Nasional

Penurunan Harga Tes PCR Ringankan Sektor Transportasi

INDOPOSCO.ID – Pengamat transportasi Djoko Setidjowarno dari Universitas Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah menilai keinginan Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar harga maksimal tes” PCR” (polymerase chain reaction) Covid-19 sebesar Rp550 ribu dengan hasil maksimal 1×24 jam bisa meringankan pengguna dan pelaku sektor transportasi.

“Saya kira jelas meringankan,” ujar Djoko saat dihubungi Antara di Jakarta, Ahad (15/8).

Dia juga menyarankan dengan adanya upaya tersebut maka dapat mendorong dan menggalakkan peningkatan tracing kepada pengguna sektor transportasi yang akan berwisata atau travelling.

Selain membantu meringankan sektor transportasi, penurunan harga tes PCR tersebut juga bisa membantu pemulihan sektor pariwisata yang selama ini sangat terdampak oleh pandemi Covid-19.

Tadinya Presiden meminta agar harga maksimum uji PCR sebesar Rp550 ribu serta hasilnya bisa dikenal maksimum 1×24 jam.

Uji PCR ialah tata cara pengecekan virus SARS CoV-2 dengan mengetahui DNA virus. World Health Organization pula mengusulkan tata cara uji PCR buat mengetahui Covid-19.

Kepala negara berambisi dengan bentang harga itu hingga uji Covid-19 hendak terus menjadi banyak.

Departemen Kesehatan tadinya melalui pesan brosur no HK.02.02 atau I atau 3713 atau 2020 mengenai Batas Bayaran Paling tinggi Pengecekan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) tertanggal 5 Oktober 2020 memutuskan batas bayaran paling tinggi RT- PCR tercantum pengumpulan swab merupakan Rp900 ribu.

Batas bayaran itu legal buat warga yang melaksanakan pengecekan RT- PCR atas permohonan sendiri atau mandiri.

Sebaliknya batas harga uji rapid antigen paling tinggi sebesar Rp250 ribu buat Pulau Jawa serta Rp275 ribu buat luar Pulau Jawa. (arm)

Sponsored Content
Back to top button