Nusantara

Penjual Tembakau Gorila di Medsos Gunakan Kode ‘Nasi Uduk Ready’

INDOPOSCO.ID – Perkembangan teknologi komunikasi turut mempengaruhi pola penyebaran narkoba di wilayah hukum Polres Serang Kota. Biasanya, penjualan barang haram dilakukan dengan transaksi bertemu langsung. Kini telah bergeser dengan cara jual beli online dan pengiriman barang memakai jasa ekspedisi.

Kasat Narkoba Polres Serang Iptu Shilton mengatakan, pergeseran modus transaksi di Media Sosial (Medsos) tidak langsung mengunggah paketan narkoba jenis gorila. Melainkan menggunakan kode-kode tertentu, seperti ‘nasi uduk ready’.

“Selain sistem buang, tempel, juga sistem paket di online. Jadi menggunakan jasa kurir. Diupload nggak pernah barang, kode-kode saja. Yang pemakai pasti ngerti. Ada bahkan kodenya nasi uduk ready, kualitas terjamin,” katanya saat ekspose, Rabu (31/3/2021).

Ia menjelaskan, peredaran tembakau gorila sangat cepat di wilayah Serang. Terlebih, pelaku yang ditangkap saat ini merupakan peracik pembuatan tembakau gorila. Orang tua diminta untuk lebih ketat mengawasi pergaulan anaknya. Mengingat, sasaran utama dari penjualan itu adalah anak remaja.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka bisa meracik tembakau gorila karena belajar secara online dengan dipandu oleh kenalannya. Dari hasil penjualan itu, dapat meraup keuntungan hingga Rp 40 juta. Dengan harga jual perpaket Rp300 ribu hingga Rp500 ribu.

“Alkohol dimasukan ke dalam wadah takaran 400 ml. Dicampur karamoid untuk bahan tembakau gorila. Tembakau mole ini dengan takaran 600 gram dengan alkohol. Dicampurkan sampai mengering dan besok siap diedarkan dengan paketan permintaan pemesan yang dijual melalui media online,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, tersangka peracik tembakau gorila berinisial F menyebutkan, penjualan dilakukan melalui instagram dan melalui kurir dengan cara salam tempel. Pelaku mengaku baru pertama kali sukses memproduksi dan menjualnya dengan keuntungan bersih Rp 22 juta.

“Baru satu kali produksi. 200 gram yang pertama. (Pembuatan) Diadakan secara online. Bahan yang pertama (modal) Rp7 juta. Keuntungan pertama capai Rp22 juta. Bahan baku dari Makasar. Nggak sampai kiloan, hanya 200 gram. 1 gram Rp100 ribu,” tuturnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button