Headline

Penimbun Obat Kalideres Berbohong Soal Stok Azithromycin

INDOPOSCO.ID – Pihak kepolisian menyatakan, penimbun obat terapi Covid-19 yang digerebek di Kalideres, Jakarta Barat sempat membohongi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal ketersediaan obat itu.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan, penimbun mengaku kepada BPOM bahwa stok obat tersebut kosong.

Terdapat surat dari BPOM tanggal 7 Juli 2021 untuk melaksanakan rapat secara virtual dan menanyakan apakah stok jenis obat Azithromycin 500 miligram (mg) itu masih ada.

“Disampaikan oleh yang bersangkutan stok (obat Azithromycin) itu belum ada,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).

Padahal, obat tersebut sudah tiba di kawasan Kompleks Pergudangan pada 5 Juli. Seharusnya obat terapi itu segera didistribusikan di tengah melonjaknya kasus Covid-19.

Ady menuturkan, bahwa obat-obatan yang disimpan tersebut dikirim dari Semarang untuk didistribusikan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Indikasi mereka menghambat penyalurannya, disampaikan tidak ada,” tuturnya.

Penyidik telah memeriksa tiga orang saksi yakni YP selaku sebagai Direktur, MA selaku apoteker, dan E yang merupakan kepala gudang.

Polisi telah meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan dan bakal menetapkan tersangka. “Kami meningkatkan sebagai penyidikan dan akan menetapkan beberapa tersangka,” cetusnya

Para tersangka bisa dikenakan pasal 107 Jo pasal 29 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau pasal 62 ayat 1 Jo pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 Perlindungan Konsumen atau pasal 14 Jo pasal 5 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. (dan)

Sponsored Content
Back to top button