Ekonomi

Penguatan Ekonomi Perempuan Kepala Keluarga Melalui PEKKA Mart

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama dengan Procter & Gamble, perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) berkomitmen bersama dalam memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi, khususnya perempuan kepala keluarga.

Program ini dikerjasamakan dengan Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga melalui “PEKKA MART”, program yang bertujuan menguatkan ekonomi perempuan Kepala Keluarga dengan mengambil daerah percontohan di wilayah Cianjur (Jawa Barat), Batang (Jawa Tengah) dan Trenggalek (Jawa Timur).

PEKKA telah memfasilitasi perempuan kepala keluarga untuk mengembangkan ekonomi keswadayaan melalui kegiatan simpan pinjam, kelompok simpan pinjam kemudian membentuk Lembaga Keuangan Mikro Berbasis Komunitas dengan menerapkan sistem koperasi.

anymind

Koperasi PEKKA sendiri juga telah lama fokus mendukung usaha-usaha yang dikelola bersama, salah satunya adalah PEKKA MART sebuah unit usaha perdagangan secara grosir untuk pengadaan bahan pokok dan pemasaran produk-produk buatan masyarakat lokal yang merupakan anggota komunitas PEKKA.

Dalam webinar pada tanggal 22 Juli 2021, yang merupakan upaya sosialisasi peluncuran sinergi KPPPA, P&G dan PEKKA melalui PEKKA Mart, Indra Gunawan selaku Plt. Deputi bidang Partisipasi Masyarakat menyampaikan bahwa Kemen PPPA mempunyai 5 program prioritas Arahan Presiden yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender; peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak; penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak; penurunan pekerja anak serta pencegahan perkawinan anak.

Sinergi ini merupakan upaya untuk mengimplementasikan arahan Presiden yang pertama dalam upaya peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender.

Data Bank Dunia (2016) memperkirakan 43% UKM formal di Indonesia adalah milik perempuan. Dalam sebuah survei terhadap UMKM milik perempuan, IFC (2016) menemukan bahwa secara umum banyak yang bersifat informal karena prosedur birokrasi yang rumit dan kurangnya insentif untuk mendaftar.

Hal ini menghambat UMKM milik perempuan untuk tumbuh, mengakses pasar, berpartisipasi dalam rantai nilai dan menjadi penyedia pesanan pemerintah. 61,80% perempuan bekerja di sektor informal dan hanya 38,20% bekerja di sektor formal, tingginya tingkat perempuan yang bekerja di sektor informal sangat terkait erat dengan rendahnya tingkat pendidikan mereka.

Lebih lanjut, Asisten Deputi bidang Peningkatan Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha, Eko Novi menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan New Normal saat ini diperlukan upaya kemitraan bersama dengan dunia usaha untuk membantu perempuan pelaku ekonomi melalui berbagai hal. Kemitraan dengan dunia usaha dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas perempuan pelaku usaha dalam hal promosi, produksi dan pemasaran, peningkatan kemampuan dan akses perempuan terhadap teknologi digital serta pendampingan berkelanjutan serta monitoring bagi perempuan pelaku usaha.

Kemitraan dengan dunia usaha menjadi bagian dari Sinergi bersama dengan seluruh stakeholder baik pemerintah pusat maupun daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media; yang selama ini dilakukan oleh Kemen PPPA dalam mewujudkan Indonesia maju dan bersama-sama membangun sistem yang ramah bagi perempuan.

Selanjutnya, Nararya Soeprapto, selaku Senior Director PT. Procter & Gamble Home Products Indonesia mengungkapkan bahwa program ini tentunya sejalan dengan dasar P&G sebagai suatu perusahaan, yakni memberi kembali kepada masyarakat, dan juga pemberdayaan perempuan.

“Melalui program PEKKA Mart ini, kami yakin akan meningkatkan kemampuan anggota komunitas PEKKA untuk mengelola dan mengembangkan PEKKA Mart itu sendiri. Selaras dengan hal tersebut, kami akan terus berupaya untuk berinvestasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia dengan konsisten menjalankan program-program serta tanggung jawab sosial yang memberikan dampak berarti bagi komunitas di sekeliling kami. Terus berdedikasi untuk masyarakat Indonesia, program ini tentunya merupakan pendorong semangat untuk kebaikan dan pertumbuhan; force for good, force for growth,” tutur Nararya.

Hal ini disambut baik oleh Romlawati, Co-Executive Direktur Yayasan PEKKA yang menyampaikan bahwa selama ini PEKKA telah memperkuat kepemimpinan kepala keluarga dalam mengorganisir masyarakat, memperbaiki sentra kegiatan ekonomi termasuk unit produksi serta meningkatkan kemampuan komunitas PEKKA untuk mengelola PEKKA Mart.

Upaya bersama ini bisa menjadi gerakan untuk cinta produk local, budaya beli di warung tetangga, pengutamaan produk local dengan fokus pemasaran di tingkat lokal melalui kerjasama yang saling menguntungkan. Sebagai langkah awal kemitraan ini, PEKKA akan melakukan pemetaan, pelatihan serta pendampingan di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Batang dan Kabupaten Trenggalek.

Lebih lanjut Nararya menyampaikan bahwa memberikan dampak berarti kepada komunitas merupakan salah satu pilar Kemanusiaan (citizenship) P&G. Selain itu, mengeliminasi hambatan untuk perempuan dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan adalah pilar Kemanusiaan P&G.

Dengan terus berkomitmen secara konsisten menerapkan nilai-nilai kemanusiaan P&G, kedepannya, kami berharap para penerima manfaat program ini dapat memanfaatkan hasil pembelajaran guna kembali meningkatkan perputaran ekonomi di masyarakat lokal. Hadirnya para volunteers P&G Indonesia dalam membantu pelatihan ini, akan membantu masyarakat semakin tangguh dan terus kreatif dalam mengembangkan unit usaha Warung yang telah didirikan.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Indra Gunawan bahwa upaya kolaborasi ini merupakan upaya mendorong pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi yang dapat memicu laju perekonomian serta mendukung ketahanan ekonomi. Upaya penanggulangan kemiskinan harus bisa mendorong peningkatan partisipasi dan kesejahteraan perempuan. Oleh karena itu, kesetaraan gender perlu menjadi perhatian seluruh pihak dalam bidang ekonomi, khususnya dunia usaha yang merupakan sektor utama pembangunan. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam ekonomi juga sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan ketidaksetaraan perempuan dalam pembangunan, untuk mempercepat peningkatan kualitas keluarga. (srv)

Sponsored Content
Back to top button