Nasional

Pengendalian Hama, Kementan Latih Petani Analisis Kerusakan Tanaman

INDOPOSCO.ID – Kapasitas dan kompetensi menjadi sasaran Sekolah Lapang (SL) agar petani dapat membedakan organisme bukan hama (musuh alami) dan organisme berpotensi menjadi hama, untuk mengetahui parameter Ambang Ekonomi (AE) dari analisis kerusakan tanaman.

Kegiatan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) menjadi perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program [IPDMIP] menopang kinerja petani lahan pertanian kawasan irigasi pada 74 kabupaten di 16 provinsi, termasuk di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), baru-baru ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, kegiatan SL dari IPDMIP bertujuan menjaga sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi.

“Sekolah Lapang IPDMIP, salah satu tujuannya adalah mengajarkan petani untuk mengantisipasi serangan hama dengan mengenali organisme pengganggu tanaman atau OPT,” katanya.

Hal itu, lanjut dia, sejalan dengan instruksi dan arahan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa hama dan penyakit memicu kerusakan tanaman, akibatnya produktivitas menurun hingga gagal panen. “Maka hama dan penyakit perlu dikendalikan apabila populasinya di lahan melampui ambang ekonomi,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button