Nasional

Pengembangan Pariwisata Terkendala Pembiayaan dan Investasi

INDOPOSCO.ID – Selama ini pengembangan pariwisata terpadu mengalami kendala karena belum adanya pengkajian strategi pembiayaan dan investasi. Dibutuhkan pengembangan pariwisata terpadu, inklusif, dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam disertasi promosi doktor Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam acara daring, Kamis (10/6/2021).

Ibas menyebut ada lima tujuan dari hasil penelitiannya. Yakni identifikasi jenis-jenis usaha dan memetakan kendala yang dihadapi jenis usaha.

Lalu, menganalisis kinerja keuangan para pelaku usaha, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pelaku usaha.

Dan menganalisis estimasi dampak pariwisata terhadap perekonomian dan kesejahteraan serta merumuskan strategi pembiayaan dan investasi yang sesuai untuk pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo.

“Pemanfaatan data penelitian dimanfaatkan untuk pemetaan usaha guna mendapatkan gambaran mengenai karakteristik usaha, aspek finansial, kemitraan dan organisasi, serta adopsi teknologi,” katanya.

Pemanfaatan data, ujar Ibas, digunakan untuk melakukan pemetaan kendala yang dihadapi, mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Terkait aspek inklusi keuangan, kemitraan, dan organisasi, serta teknologi, menurutnya, dilakukan untuk meningkatkan pendapatan usaha di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo.

“Kawasan Pariwisata Labuan Bajo yang inklusif dapat dicapai melalui peningkatan investasi, tidak hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah melalui APBN dan APBD,” ucapnya.

Kemudian, dia menambahkan, strategi pembiayaan dan investasi untuk pengembangan pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo disusun dengan melibatkan pendapat para pakar dan pemangku kebijakan. (nas)

Sponsored Content
Back to top button