Nasional

Pengamat: Pemerintah Jangan Lepas Tanggung Jawab Soal Vaksinasi Gotong Royong

INDOPOSCO.ID – Pemerintah mendorong pelaksanaan vaksin gotong royong. Dengan mengeluarkan peraturan menteri kesehatan (Permenkes) Nomor 10/ 2021. Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah menilai implementasi vaksin gotong royong akan menemukan banyak masalah.

Ia menyebut, masalah tersebut berkaitan data. Karena, diindikasikan akan muncul tumpang tindih data penerima vaksin Covid-19. “Vaksin gotong royong ini hanya untuk individu dan keluarga pekerja/ karyawan perusahaan,” ujar Trubus Rahardiansyah melalui gawai, Selasa (2/3/2021).

Masalah yang muncul lainnya, menurut Trubus, terkait penggunaan vaksin gotong royong ini. Pasalnya, vaksin yang digunakan berbeda dengan vaksin yang digunakan pemerintah saat ini. Vaksin gotong royong menggunakan moderna dan sinopharm.

“Harga vaksin ini (moderna dan sinovam) berbeda. Dari kadin minta tarif vaksin gotong royong Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Tapi sampai sekarang itu belum selesai dirumuskan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dengan vaksin gotong royong tentu akan membebani masyarakat. Dan akan menimbulkn diskriminasi. Apalagi, vaksin gotong royong lebih baik.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button