Headline

Pendamping PKH Tilep Rp450 Juta Terancam Bui Seumur Hidup

INDOPOSCO.ID – Penny Tri Herdiani, seorang pendamping Program Keluarga Harapan di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang terancam mendekam di bui selama seumur hidupnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Hukuman itu diberikan lantaran tersangka tega menilep duit penerima manfaat PKH sebanyak Rp450 juta. Uang itu merupakan kerugian yang diakumulasikan dari tahun 2017 sampai 2020.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono mengatakan, kasus itu terbongkar setelah tim penyidik melakukan penyelidikan selama dua bulan.

anymind

Pendamping sosial PKH Kabupaten Malang di Kecamatan Pagelaran semenjak tanggal 12 September 2016 sampai 10 Mei 2021 itu, diduga kuat telah melakukan penyalahgunaan dana bantuan PKH, untuk kira-kira total 37 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang nilainya mencapai sekira 450 juta rupiah.

“Tanggal 2 Agustus 2021 penyidik Satuan Reskrim Polres Malang melaksanakan gelar perkara peningkatan status saksi terlapor, tersangka berdasarkan sejumlah alat bukti yang cukup. Untuk selanjutnya kemudian tersangka ditahan di Rutan Polres Malang,” katanya saat ekspose, Minggu (8/8/2021).

Motif tersangka melakukan aksinya tidak memberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada sekitar 37 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Pertama, 16 KKS untuk KPM tidak pernah diberikan kepada yang berhak, 17 KKS untuk KPM tidak ada ditempat/meninggal dunia, 4 KKS untuk KPM hanya diberikan Sebagian.

“Tersangka diduga menyalahgunakan dana bantuan milik 37 KPM tersebut untuk kepentingan pribadi seperti pengobatan orangtuanya yang sakit, pembelian barang peralatan elektronik seperti Kulkas, Tv, Laptop, Keyboard, Kompor, AC, 1 (satu) unit Yamaha NMAX. Sisanya untuk kepentingan sehari-hari,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) sub Pasal 3 sub Pasal 8 UU No. 20 tahun 2001 atas perubahan UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman pidana penjara seumur hidup dan denda paling banyak Rp1 miliar,” tegasnya. (son)

Sponsored Content
Back to top button