Nasional

Pemulihan Jaringan Kabel Bawah Laut di Papua Harus Dipercepat

INDOPOSCO.ID – Pemulihan layanan atau penyelesaian penyambungan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ruas Biak-Jayapura diharap dapat dilakukan secepatnya. Meski belum memungkinkan pulih sepenuhnya.

Putusnya kabel laut itu berdampak, pada total trafik dari normal sistem komunikasi di seluruh Papua sekitar 154 gigabyte per second (Gbps) dari total traffic di Papua sebesar 464 Gbps.

Pengamat Informasi Teknologi Heru Sutadi mengatakan, perusahaan operator telekomunikasi seluler dituntut gerak cepat menangangi persoalan jaringan tersebut. Jika tidak, akan berdampak pada kinerja pelayanan.

“Mempengaruhi kinerja dalam memberikan layanan, karena itu agar layanan normal maka perbaikan perlu dipercepat penyelesaiannya,” kata Heru melalui gawai di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut gangguan telekomunikasi itu berada tepatnya pada posisi 280 kilometer dari kota Biak dengan kedalaman 4.050 meter di bawah permukaan laut (Mdpl).

Ternyata putusnya SKKL di wilayah yang sama sebelumnya telah lima kali terjadi. Berdasar hasil evaluasi, faktor utama adalah faktor alam. Menurut Heru, hal tersebut di luar dari prediksi manusia.

“Kabel putus memang menjadi hal yang kerap terjadi akibat berbagai sebab, sebab alam maupun manusia. Kalau alam memang tidak bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa memulihkan jaringan komunikasi ini bukan perkara mudah. Mengingat posisi putusnya kabel optik tersebut tidak mudah untuk terjangkau.

“Kalau di pantai biasanya perbaikan bisa lebih cepat. Tapi makin dalam posisi kabel, perbaikan akan makin makan waktu,” tuturnya.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menyampaikan, pihaknya telah menyediakan backup secara bertahap untuk mengatasi masalah tersebut. Namun ada kendala teknis terputusnya kabel laut itu.

“Sebenarnya backup kita sediakan bertahap, karena yang namanya satelit kapasitasnya tidak sebesar fiber optik, sehingga tidak mungkin backup-nya ini menggunakan satelit dan microwave bisa sebesar yang aslinya, 154 (Gbps) tadi,” kata Ririek di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Menurut Dirut Ririek Adriansyah, backup yang telah disiapkan itu masih untuk mengaktifkan layanan voice (suara) yang langsung tercover pada tanggal 30 April lalu sekitar pukul 22.30 WIB.

Adapun area atau daerah yang terdampak gangguan di Papua berada pada 4 titik yaitu Kota Jayapura, Abepura, Sentani, dan Sarmi. (dan)

Sponsored Content
Back to top button