Nusantara

Pemkab Sleman Genjot Kesadaran Prokes Masyarakat

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggugah kembali disiplin masyarakat dalam melaksanakan dan taat protokol kesehatan Covid-19, terutama setelah munculnya beberapa klaster seusai libur Lebaran tahun ini.

“Terkait adanya ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, Pemkab Sleman menyikapi dan melakukan penguatan pesan terhadap seluruh jajaran di kabupaten, kecamatan (kapanewon) dan kelurahan untuk menggugah kembali disiplin protokol kesehatan serta menjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dan Satgas Covid-19,” kata Sekda Kabupaten Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Rabu.

Menurut dia, terkait dengan evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman agar bisa lebih mengimplementasikan apa yang telah disampaikan oleh Gubernur DIY.

“Penting untuk membangun psikologis masyarakat agar menambah kekuatan dan meningkatkan imunitas,” katanya.

Ia mengatakan, prosentase kesembuhan Covid-19 Kabupaten Sleman saat ini mencapai 90,03 persen untuk regional dan secara nasional 92,22 persen.

“Sedangkan untuk prosentase kematian 2,95 persen dalam lingkup regional. Dengan jumlah kematian pada Mei sebanyak 92 orang,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hartaryo mengatakan, perkembangan penanganan klaster terbaru setelah lebaran yaitu di Padukuhan Nglempong dan Ngaglik, Caturharjo, dengan proses penangan 3T, yaitu tracing, treatment, testing.

Sampai hari ini warga Nglempong yang masih berada di Selter Asrama Haji yang terkonfirmasi positif ada 29 pasien, sedangkan warga dari Ngaglik, Caturharjo, yang sudah selesai isolasi ada 28 pasien.

“Klaster ini adalah hasil dari tracing massal pada 22 Mei yang hasilnya keluar pada 25 Mei dilaksanakan secara bersamaan dari Nglempong dan Ngaglik, Caturharjo,” katanya. (bro)

Sponsored Content
Back to top button