Nasional

Pemerintah Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Listrik

INDOPOSCO.ID – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengimbau masyarakat supaya bijaksana dalam memakai listrik walaupun ada potongan harga, terkhusus selama penerapan PPKM Darurat.

“Diharapkan masyarakat tetap bisa bijaksana mengkonsumsi listrik selama PPKM Darurat, seperti melakukan penghematan listrik serta meningkatkan keselamatan ketenagalistrikan,” ujar Rida Mulyana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Rida menyampaikan pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menginstruksikan kepada PT PLN (Persero) untuk melakukan perpanjangan pelaksanaan pemberian stimulus program ketenagalistrikan tersebut.

Pemerintah memutuskan memperpanjang stimulus program ketenagalistrikan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang terdampak Covid-19 hingga dengan triwulan IV maupun Desember 2021.

Perpanjangan pelaksanaan diskon tarif tenaga listrik itu diberikan kepada pelanggan rumah tangga, bisnis, serta industri dilakukan dengan ketentuan konsumen golongan rumah tangga daya 450 voltampere (VA), bisnis kecil daya 450 VA, serta industri kecil daya 450 VA.

Ketentuan reguler maupun pascabayar rekening listrik diberikan potongan harga sebesar 50 persen atau gratis biaya pemakaian dan biaya beban. Sedangkan ketentuan prabayar diberikan diskon tarif listrik untuk pembelian token sebesar 50 persen

Perpanjangan diskon tarif juga diberikan pada klien golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi dengan ketentuan stimulus reguler sebesar 25 persen biaya pemakaian serta biaya beban dan ketentuan stimulus prabayar diberikan diskon tarif listrik untuk pembelian token sebesar 25 persen.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen untuk pelanggan PLN yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum 40 jam nyala.

Pelanggan golongan sosial daya 1.300 VA ke atas S-2/ TR 1.300 VA s.d. S-3/TM 200 kVA), pelanggan golongan bisnis daya 1.300 VA ke atas (B-1/ TR 1.300 VA s. d. B- 3/ TM 200 kVA), pelanggan golongan industri daya 1.300 VA ke atas (I-1/ TR 1. 300 VA s.d. I-4/ TT 30.000 kVA ke atas).

Setelah itu, stimulus ketenagalistrikan juga diberikan dengan pembebasan penerapan ketentuan rekening minimal sebesar 50 persen untuk pelanggan golongan layanan khusus disesuaikan dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

Pembebasan biaya beban atau abonemen sebesar 50 persen diberlakukan untuk pelanggan golongan sosial daya 220 VA, 450 VA dan 900 VA (S-1/TR 220 VA hingga dengan S-2/TR 900 VA); pelanggan golongan bisnis daya 900 VA (B-1/TR 900 VA); serta pelanggan golongan industri daya 900 VA (I-1/ TR 900 VA).

Rencana realisasi anggaran pemberian stimulus program ketenagalistrikan triwulan III dan IV 2021 kurang lebih Rp4,97 triliun, yaitu triwulan III kurang lebih Rp2,43 triliun untuk 26,82 juta pelanggan serta triwulan IV kurang lebih Rp2,54 triliun untuk 27,12 juta pelanggan.

Pada semester I tahun 2021, realisasi anggaran mencapai Rp6,75 triliun untuk 32,90 juta pelanggan.

Keseluruhan anggaran yang diperlukan untuk pemberian stimulus program ketenagalistrikan hingga triwulan IV tahun 2021 kurang lebih Rp11,72 triliun dengan rincian diskon tarif sekitar Rp9,46 triliun serta pembebasan rekening minimum, bayaran beban dan abonemen sekitar Rp2,26 triliun.

Lebih lanjut Rida menyatakan pemerintah berharap PLN menyiapkan mekanisme sosialisasi dan pengaduan pelanggan terkait perpanjangan stimulus program ketenagalistrikan itu.

“PLN juga diharapkan melakukan efisiensi pengusahaan tenaga listrik dan tetap menjaga kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan,” tutur Rida. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button