Nasional

Pemerintah Harus Petakan Kesiapan Sekolah dan Vaksinasi Guru

INDOPOSCO.ID – Koordinator Nasional Pendidikan dan Guru Satriwan (P2G) Satriwan Salim mengatakan, program vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan di Indonesia masih lamban. Dan hal tersebut banyak terjadi di daerah.

“Proporsi vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan banyak terjadi di daerah dibandingkan di kota-kota,” ujar Satriwan Salim melalui gawai, Sabtu (5/6/2021).

Ia menyebut, untuk program vaksinasi guru dan tenaga kependidikan di Jakarta relatif lebih cepat. Saat ini sudah mencapai 78 persen.

Lebih jauh dia mengungkapkan, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan menjadi syarat pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset, Teknologi (Mendikbudristek) pada saat program vaksinasi.

“ Sampai akhir Mei lalu saja baru 1 juta kurang, padahal target 5 juta rampung sampai akhir Juni ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, program vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan harus rampung di bulan Juni ini. “Kalau Mas Menteri konsisten, jadi harus rampungkan dulu vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan,” tegasnya.

Terkait daftar periksa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Kemdikbudristek) untuk sekolah yang akan membuka PTM terbatas, masih ujar Satriwan, hingga saat ini baru 55 persen. Data tersebut juga masih harus dikroscek lagi oleh pemerintah daerah.

“Ada 11 item yang harus dipenuhi dalam daftar periksa sekolah, seperti ketersediaan fasiltas prokes, air bersih yang mengalir hingga termogun,” bebernya.

Dari jumlah sekolah yang belum mengisi daftar periksa, dikatakan Satriwan, harus dilakukan pemetaan oleh pemerintah. Sehingga mengetahui daerah mana saja yang belum mengisi daftar periksa.

“Banyak kekhawatiran orangtua yang kami terima. Jadi sebaiknya ini (daftar periksa dan vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan) dipetakan dulu,” ujarnya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button