Nasional

Pemerintah Butuh Bantuan Oksigen dari Industri

INDOPOSCO.ID – Pihak industri berkomitmen memenuhi kebutuhan oksigen untuk medis hingga 575.000 ton atau sekitar 80 persen dari total kebutuhan. Hal itu sangat dibutuhkan dunia medis mengingat kebutuhan oksigen di tanah air meningkat tajam seiring dengan masa pandemi Covid-19.

Menirit juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, pihaknya telah mendapatkan komitmen dari Kementerian Perindustrian untuk konversi oksigen industri ke medis hingga 80 persen. “Sejumlah daerah sudah sangat membutuhkan tambahan pasokan oksigen,” tutur Siti Nadia dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu.

Diketahui, peningkatan kebutuhan oksigen paling tinggi dialami DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten dan Bali.

Di semua wilayah tersebut, kebutuhan oksigen harian mencapai total 2.032 unit alat oksigen, terdiri atas ruang perawatan intensif mencapai total 714 unit, ruang isolasi sebanyak 1.318 unit.

Siti Nadia menambahkan, selain menambah jumlah pasokan oksigen, saat ini yang dilakukan adalah mempercepat dan memperlancar distribusi oksigen ke wilayah-wilayah yang sedang menghadapi lonjakan kasus COVID-19.

Selain memggenjot produksi dari sektor industri, tambah Nadia, pemerintah juga mendapat tambahan oksigen dari kalangan pengusaha dan bantuan dari luar negeri.

Salah satu bantuan dari luar negeri yang sudah masuk Indonesia adalah 11 ribu oksigen konsentrator (OC) dari Yayasan Temasek dan 15 perusahaan Indonesia dan Singapura dalam bentuk donasi peralatan medis.

Ada pun 15 perusahaan Indonesia dan Singapura yang berkolaborasi dengan Yayasan Temasek dalam pemberian donasi kali ini yaitu Bakti Barito Foundation, Cikarang Listrindo, Dharma Satya Nusantara, East Ventures, Indies Capital Partners, Kino Indonesia, Sinar Mas, Tanoto Foundation, TBS Energi Utama, Triputra Group, UID Foundation, Wahana Artha, CapitaLand Hope Foundation, DBS Bank, dan Singtel. (bro)

Sponsored Content
Back to top button