Nasional

Pemerintah Benahi Regulasi Hortikultura yang Menghambat

INDOPOSCO.ID – Gelar Buah Nusantara (GBN) 2021 menjadi momentum kebangkitan buah nusantara. Sehingga, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Gelar Buah Nusantara (GBN) 2021 secara daring, Senin (9/8/2021).

Kebangkitan buah nusantara tersebut, menurut dia, berjaya di dalam negeri. Selain itu buah nusantara juga berdaya saing dan diminati di pasar internasional dengan harga yang baik.

anymind

“Ini harus jadi ajang promosi dan sosialisasi secara luas, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah nusantara,” katanya.

Dengan demikian, dikatakan Airlangga, perekonomian akan terus meningkat. Dan korporatisasi hortikultura di mana petani menikmati bukan saja on farm, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan off farm terwujud seperti harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lebih jauh dia mengungkapkan, pertanian menjadi sektor terbesar kedua setelah industri pengolahan. Sektor pertanian tetap konsisten tumbuh baik pada 2020, maupun di triwulan kedua 2021 yang tumbuh 0,38 persen, karena musim panen masuk di kuartal pertama.

“Permintaan buah-buahan di masa pandemi Covid-19 meningkat, baik di dalam maupun di luar negeri. Karena manfaatnya mampu meningkatkan imunitas tubuh,” ungkapnya.

Ia menuturkan, pada kondisi apapun sektor pertanian memberikan sumbangan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Salah satunya subsektor hortikultura. Subsektor tersebut memiliki potensi yang baik untuk terus dikembangkan.

“Kami terus mendorong dan menggenjot ekspor hortikultura sekaligus menyelesaikan regulasi yang menjadi penghambat,” katanya.

Ia menyebut, ekspor hortikultura pada 2020 lalu tercatat sebanyak 645,8 juta kilogram. Dan meningkat 37,75 persen dibandingkan tahun 2019. Peningkatan tersebut didominasi oleh komoditas buah-buahan senilai 389,9 juta kilogram atau meningkat 30,31 persen dibandingkan 2019.

“Lima negara tujuan utama ekspor buah-buahan kita itu Malaysia, Arab Saudi, China, Pakistan dan Hongkong,” bebernya. (nas)

Sponsored Content
Back to top button