Headline

Pemerintah akan Beri Insentif Ulama

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuturkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan pemberian insentif bagi ulama yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Terutama mereka yang berperan sebagai dai, mubaligh, kemudian pembina agama di lapisan paling bawah,” ujar Muhadjir dalam penjelasan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pertimbangan pemberian insentif ini berdasarkan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sesudah Muhadjir bersilaturahmi ke Kantor MUI di Jakarta, Rabu.

Usulan terkait insentif kedaruratan tersebut dituturkan oleh Ketua MUI Bidang Ekonomi Lukmanul Hakim.

Lukmanul kepada Muhadjir menjelaskan jika kelompok ulama merupakan golongan yang terdampak ekonomi dari adanya pandemi.

Lukman menyarankan penerapan insentif kedaruratan bagi ulama dapat dimulai di Pulau Jawa dan Bali sebagai permulaan.

“Untuk UMKM sudah banyak program untuk pemberdayaannya. Tapi kalangan dai ini juga terdampak. Hingga kami menganjurkan adanya program insentif kedaruratan untuk para dai, asatidz, ustad, di pondok pesantren atau majelis taklim maupun di masjid-masjid,” ujar Lukman.

Menko PMK pun akan segera menyampaikan usulan ini ke Presiden agar dapat ditindaklanjuti.

“Itu nanti akan kita laporkan terlebih dulu ke Bapak Presiden mengenai usulan dari MUI ini,” ujar Muhadjir.

Di sisi lain, Muhadjir mengajak MUI untuk ikut bekerja sama dengan pemerintah dalam perihal penanganan Covid-19. Menurutnya, MUI memiliki perangkat organisasi sampai di tingkat paling bawah. Dengan begitu, besar peranan MUI untuk membantu dan ikut berperan dalam program-program penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

“Baik itu vaksinasi, bansos, dan terutama tentu saja sosialisasi dan tabayyun pemberian penjelasan yang clear berbagai macam rumor. Terutama isu-isu negatif, isu-isu yang kontraproduktif terhadap rencana langkah-langkah kita untuk menangani Covid-19 ini, agar masyarakat tidak terpengaruh oleh pemberitaan yang tidak benar,” ujar Muhadjir.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Miftachul Achyar memaparkan bahwa pertemuannya dengan Menko PMK merupakan upaya untuk menyelaraskan persepsi

​​​​antara MUI dan pemerintah dalam penanganan masalah Covid-19.

Miftachul mengatakan penanganan Covid-19 ini diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat. Karena, penanganan Covid-19 yang baik akan menyelamatkan generasi masa depan Indonesia.

“Kita memiliki keyakinan bersama bahwa semua itu Insya Allah akan mampu diatasi dengan kerja sama yang baik. Yang penting kita semuanya, anak bangsa ini punya kemampuan dan memiliki keinginan untuk menjalankan amanah ini dengan ketulusan serta kesungguhan, singkirkan kepentingan pribadi, dan kepentingan yang lain,” ujar dia. (mg2)

Sponsored Content
Back to top button