Headline

Pembakaran Limbah Medis Covid-19 Berpotensi Cemari Udara dan Tanah

INDOPOSCO.ID – Pengolahan limbah medis akibat pandemi Covid-19 harus dilakukan secara khusus, karena dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk membantu pengolahan limbah. Saat ini terdapat insinerator yang belum mendapat izin dapat digunakan untuk mengolah limbah B3 medis.

Pemerintah telah melakukan sejumlah relaksasi izin untuk operasional tersebut. Insinerator yang dapat beroperasi memiliki suhu 800 derajat celcius. Operasionalnya akan diawasi pemerintah.

Menurut Manager Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung insinerasi atau pembakaran sampah berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

“Kalau sampahnya dibakar jadi pencemaran udara dan tanah. Dibuang sembarangan mengotori perairan. Alat pelindung diri (APD), terutama masker jadi masalah mencemari perairan,” kata Dwi Sawung melalui gawai di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, cara yang baik mengolah limbah medis ialah jika alat pelindung diri bisa didesinfeksi. Selain itu, dapat mendaur ulang limbah medis Covid-19.

“Kalau APD bisa didisinfeksi kemudian dicacah. Kalau ada fasilitas yang bisa daur ulang jadi benda lain bisa saja. Tapi, mungkin pemerintah saat ini mau mudahnya saja dibakar,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button