Nasional

Patuhi PPKM, Kementan Tunda Keberangkatan Petani Magang Jepang

INDOPOSCO.ID – Keberangkatan 30 petani milenial di Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Jepang untuk mengikuti magang ditunda oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Langkah tersebut untuk mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Regulasi serupa berlaku di Jepang, untuk mengantisipasi Pandemi Covid-19.

Kegiatan petani milenial magang Jepang merupakan program Kementan, khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bagi generasi muda terutama petani milenial untuk belajar tata kelola pertanian di Jepang yang maju, mandiri dan modern.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan Indonesia membutuhkan petani milenial yang siap bersaing global, maka kemampuan tenaga tani harus disiapkan, salah satunya melalui program magang.

“Harapannya, ilmu dari magang dapat diterapkan setelah kembali ke Indonesia. Keberhasilan pertanian bukan hanya karena alat mesin pertanian atau teknologi, juga ditentukan oleh SDM-nya, maka calon peserta magang harus memanfaatkan peluang sebaik-baiknya untuk diterapkan di tanah air,” kata Mentan Syahrul.

Penegasan serupa dikemukakan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa petani milenial harus disiapkan untuk terjun ke bisnis pertanian. “Baik level dalam negeri maupun di internasional, salah satu caranya dengan magang ke Jepang,” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Prof Dedi mengungkapkan bahwa pelatihan magang bagi pemuda tani ini adalah peluang bagus untuk meningkatkan kompetensi pemuda tani di Indonesia. “Peserta akan dilatih mengenai teknis dan manajemen pertanian, bahasa jepang serta akan ditingkatkan fisik mental dan disiplinnya,” ujarnya.

Setelah pelatihan, peserta mengikuti tes bahasa melalui Japan Language Proficiency Test (JLPT) N4 atau Japan Foundation Test (JFT)-Basic A2 juga Tes Skill pertanian melalui Agriculture Skill Assesment Test (ASAT). Kedua sertifikat, bagian dari persyaratan mengajukan visa “Pekerja Berketerampilan Khusus”/Specified Skilled Worker (SSW) atau Visa Tokutei Ginou.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button