Nusantara

Pascalibur Idulfitri, Kang Emil Klaim Covid-19 di Jabar Terkendali

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) mengklaim kasus Covid-19 di Jabar pascalibur Idulfitri 1442 Hijriah masih aman dan terkendali.

Hal itu disampaikan Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers pada rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Mapolda Jabar, Senin (24/5/2021).

“Persentase pasien yang tercatat di rumah sakit ada kenaikan walaupun untuk minggu ini nilainya tidak terlalu signifikan, hanya satu persen. Kita sempat menyentuh angka 29 persen dan sekarang 30 persen. Artinya pola yang sama dengan awal tahun sedang kita waspadai. Tapi, kenaikannya tidak ada lonjakan, masih aman terkendali,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengungkapkan, evaluasi pengetatan selama periode libur Idulfitri menunjukkan hasil yang cukup baik. Dalam laporan dari petugas penyekatan, disebutkan ada lebih dari setengah juta kendaraan yang diperiksa selama periode larangan mudik, dan ada 200.000 lebih kendaraan yang dipaksa putar balik.

“Dari laporan, ada lebih dari setengah juta kendaran kita razia dalam periode itu, dan ada 200.000-an itu dibalikkanankan,” ujar Kang Emil.

Sementara itu, tercatat ada sekitar 40.000 kendaraan yang belum kembali setelah libur Idulfitri. Pihak petugas pun mengupayakan antisipasi dengan cara memfasilitasi tes antigen secara acak di 17 titik.

“Masih ada yang belum kembali sekitar 40 ribuan kendaraan. Semuanya kita antisipasi dengan random sampling antigen di 17 titik, kita terus lakukan,” kata Kang Emil.

Dia menyampaikan terima kasih kepada pengurus didesa-desa yang telah membantu dalam penekanan penyebaran virus Covid-19 saat periode mudik. Kang Emil mencatat ada sekitar 1.700 warga yang diisolasi di desa-desa.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada desa-desa yang sudah melakukan disiplin isolasi mandiri bagi pemudik yang datang karena ada sekitar 1.700 pemudik yang diisolasi di desa-desa,” ujarnya.

Pascalibur lebaran, Kota Cirebon kembali menjadi zona merah. Oleh karena itu, langkah antisipasi kenaikan kasus untuk saat ini akan difokuskan untuk kota tersebut.

“Zona merah hadir lagi di Kota Cirebon. Kita akan fokus selama seminggu ke depan di sana karena kita duga Kota Cirebon menjadi tujuan perlintasan mudik menjadi destinasi pariwisata,” ujarnya.

Selama pengawasan yang berlangsung dalam periode larangan mudik, ada sekitar 150 warga yang positif. Jumlah itu merupakan akumulasi kasus yang dideteksi di penyekatan jalan maupun di tempat wisata.

“Total yang positif yang terlaporkan kurang lebih ada sekitar 150-an. Mayoritasi ditemukan di perjalanan dan di tempat pariwisata. Artinya, di tempat pariwisata juga kita lakukan pengetesan,” katanya. (dam)

Sponsored Content
Back to top button