Nusantara

Ombak Tinggi, SAR Gunung Kidul Evakuasi Barang Warung di Tepi Pantai

INDOPOSCO.ID – Barang-barang dagangan dan perlengkapan warung di tepian pantai terpaksa dievakuasi pelaku wisata dan Tim Pencarian dan Penyelamatan Satuan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta. Ini supaya tidak rusak diterjang gelombang tinggi di wilayah tersebut dalam beberapa hari belakangan.

Surisdiyanto, sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul mengatakan, dampak gelombang tinggi pada Kamis (29/7/2021), ada tiga warung di kawasan Pantai Drini yang mengalami kerusakan akibat diterjang gelombang tinggi.

Selain lantai gazebo, ada pula bangunan warung yang lantai dan dindingnya jebol terhantam gelombang hingga terbawa arus, dan sebagian besar bangunan terbuat dari material tripleks. Selain itu, pasir laut masuk warung.

“Sejauh ini, tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa ini. Pedagang dibantu anggota SAR langsung mengevakuasi barang dagangan untuk mengantisipasi gelombang tinggi,” ujar Surisdiyanto di Gunung Kidul, Jumat (30/7/2021).

Ia menambahkan, pantai lain di bawah pengawasan SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul sudah tidak ada kerusakan. Hal itu lantaran mereka sudah mengevakuasi barang dan dagangannya sebelumnya, khususnya kapal nelayan.

“Barang-barang dan perlengkapan warung sebagian sudah dievakuasi sebelumnya, sehingga tidak ada kerusakan parah,” tandasnya dilansir Antara.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunung Kidul Sunu Handoko mengutarakan, tinggi gelombang kawasan pantai selatan mencapai 4-6 meter pada Jumat dini hari menyebabkan beberapa bangunan rusak di Pantai Jungwok, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo. Sejauh ini dilaporkan ada tiga bangunan warung yang rusak di Pantai Jungwok.

Hingga siang ini kondisi gelombang laut yang mendekati daratan terpantau landai. Meski demikian, gelombang di bagian tengah disebut masih tinggi. “Sampai saat ini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena penutupan kawasan wisata tidak ada aktivitas di kawasan pantai. Selain itu, informasi mengenai gelombang tinggi sudah disampaikan ke nelayan, dan masyarakat. Nelayan juga sudah mengevakuasi kapal,” ujarnya. (aro)

Sponsored Content
Back to top button