Olahraga

Piala Dunia Dua Tahunan Bisa Tambah Pemasukan FIFA Rp63 Triliun

Sementara itu, dalam pertemuan FIFA delegasi mereka menyajikan laporan dari perusahaan Italia, Open Economocis, yang menyatakan bahwa pendapatan liga-liga domestik maupun UEFA tidak akan dirugikan karena jadwal pertandingan timnas maupun kompetisi klub internasional.

Laporan itu juga menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pendapatan liga domestik terus meningkat ketika turnamen internasional besar dilangsungkan.

Profesor Pasquale Lucio Scandizzo, dari Open Economics, menyampaikan kepada peserta konferensi FIFA bahwa wacana Piala Dunia dua tahunan “menjanjikan manfaat makroekonomi bersih yang signifikan dan positif, serta didistribusikan seiring berjalannya waktu”.

Pejabat FIFA menyatakan pemasukan tambahan itu akan masuk ke dalam “Dana Solidaritas Anggota” dengan tiap aliansi anggota akan mendapatkan 16 juta dolar (sekira Rp230 triliun) dalam rentang empat tahun, kemudian ada juga dana lain untuk program pengembangan FIFA Forward Program.

Menurut FIFA, dana-dana itu akan mengurangi jurang pendapatan antara pasar-pasar sepak bola berkembang dan yang kurang berkembang.

Apabila pemungutan suara mengenai wacana Piala Dunia dua tahunan berlangsung, jelasnya akan melibatkan 211 federasi anggota FIFA.

Selain UEFA, konfederasi sepak bola Amerika Latin CONMEBOL juga sudah menyatakan penolakan atas wacana itu.

Sementara itu, presiden konfederasi sepak bola Amerika Tengah dan Utara (CONCACAF) Victor Montagliani menyebut ada solusi kompromi turnamen tambahan berupa pengembangan dari format lama Piala Konfederasi ketimbang Piala Dunia penuh yang butuh ajang kualifikasi tersendiri. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button