Olahraga

Australia Ikuti Langkah AS Boikot Olimpiade Beijing

Langkah Australia baru-baru ini untuk melengkapi angkatan lautnya dengan kapal selam bertenaga nuklir di bawah pakta pertahanan baru dengan Inggris dan Amerika Serikat yang secara luas dilihat sebagai upaya untuk melawan pengaruh China di kawasan Pasifik semakin membuat marah Beijing.

Setidaknya dua warga Australia saat ini ditahan di China, jurnalis Cheng Lei ditahan selama lebih dari satu tahun dan akademisi Yang Jun diadili karena spionase.

Morrison mengatakan, para pejabat Canberra “selalu terbuka” untuk melakukan pembicaraan dengan Beijing, tetapi upaya itu telah ditolak.

“Tidak ada hambatan yang terjadi di pihak kami, tetapi pemerintah China secara konsisten tidak menerima kesempatan bagi kami untuk bertemu membicarakan tentang masalah ini,” katanya.

“Australia adalah negara olahraga yang hebat dan saya sangat memisahkan masalah olahraga dan masalah politik lainnya. Ini masalah antara dua pemerintah. Dan saya ingin masalah itu diselesaikan,” tambahnya.

Komite Olimpiade Australia (AOC) mengatakan, mereka menghormati keputusan pemerintah, menambahkan bahwa hal itu tidak akan mempengaruhi persiapan tim Australia.

“AOC sangat fokus untuk memastikan bahwa anggota tim dapat melakukan perjalanan dengan aman ke China mengingat kompleksitas lingkungan Covid, dengan atlet kami berangkat dari lokasi luar negeri,” kata kepala AOC Matt Carroll.

“Membawa para atlet ke Beijing dengan selamat, berkompetisi dengan aman, dan membawa mereka pulang dengan selamat tetap menjadi tantangan terbesar kami,” sambungnya.

“Atlet Australia kami telah berlatih dan bersaing untuk impian Olimpiade ini selama empat tahun dan kami melakukan segala daya kami untuk memastikan kami dapat membantu mereka berhasil,” ucap Matt Caroll.

Sekitar 40 atlet Australia diperkirakan bertanding di Olimpiade Beijing, yang dibuka pada 4 Februari.(mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button