Olahraga

Lifter Windy Berpeluang Dulang Medali Perdana Indonesia di Olimpiade Tokyo

Pada 2020 sekaligus ajang terakhir yang diikuti adalah Kejuaraan Dunia Junior, Mei lalu, saat ia menorehkan angkatan terbaik 191kg.

Jaga Tradisi

Layak dinantikan kiprah Windy di Olimpiade Tokyo. Selain menjaga tren positif, ia juga akan menjaga tradisi medali Olimpiade bersama dengan lifter putri lainnya yakni Nurul Akmal di kelas 87kg.

Dalam lima edisi terakhir Olimpiade, angkat besi putri selalu sukses menyumbang medali melalui lima nama. Raema Lisa Rumbewas menjadi yang terbanyak dengan menyumbang dua perak dan satu perunggu.

Medali perak diraih masing-masing pada Olimpiade Sydney 2000 di nomor 48kg dan Athena 2004 nomor 53kg. Sementara pada Olimpiade Beijing 2008, perempuan asal Papua itu meraih perunggu di kelas 53kg putri.

Kemudian ada Sri Indriyani, peraih perunggu nomor 48kg putri di Olimpiade Sydney 2000. Pada edisi tersebut, Winarni Binti Slamet juga meraih medali serupa di nomor 53kg putri.

Lalu, dua nama lainnya adalah Citra Febrianti yang meraih perak nomor 59kg putri Olimpiade London 2012 dan Sri Wahyuni Agustiani, peraih perak divisi 48kg Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Kans Panahan dan Menembak

Selain angkat besi, Indonesia juga memiliki peluang meraih medali pertama Olimpiade Tokyo dari cabang olahraga panahan dan menembak.

Sehari setelah pembukaan atau tepatnya pada Sabtu, penembak putri Indonesia Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba akan memulai perjuangannya di nomor 10 meter air rifle putri di Lapangan Tembak Asaka, Tokyo.

Ia akan lebih dulu melewati kualifikasi nomor 10 meter air rifle putri yang dijadwalkan mulai 08.30 waktu setempat. Jika berhasil menembus babak final, maka Vidya akan berlaga di pertandingan perebutan medali.

Selain menembak, pada hari yang sama perebutan medali juga akan tersaji di cabang olahraga panahan nomor beregu campuran. Indonesia memiliki Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agatha Salsabila. Sebagai cadangan ada Alviyanto Bagas Prasetyadi seperti dilansir Antara.

Persaingan cabang olahraga panahan nomor beregu campuran akan dimulai dari fase 64 besar hingga menuju final pada hari yang sama.

Indonesia belum pernah meraih medali dari cabang panahan sejak perak dari beregu putri di Olimpiade 1988 yang merupakan medali debut Indonesia di ajang pesta olahraga terakbar di dunia ini.

Lantas siapa kah yang akan menjadi penyumbang medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo? Kans sebagai yang pertama ini tentu menjadi tambahan penyemangat bagi Windy, Vidya, maupun Diananda dan Riau Ega untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button