Olahraga

Lewis Hamilton Bilang Keputusan Izinkan Penonton untuk GP Inggris Terlalu Dini

Silverstone, yang menjadi markas sebagian besar tim F1, mengikuti jejak turnamen tenis Wimbledon, turnamen golf British Open dan semifinal dan final Piala Eropa 2020 di Wembley sebagai subjek Program Riset Event (ERP) pemerintah Inggris.

Managing director sirkuit Silverstone Stuart Pringle kepada Reuters mengatakan, GP Inggris akan usai sembilan jam sebelum semua pembatasan dicabut dan program ERP itu didorong oleh data.

“Alasan kenapa kami menjadi ajang olahraga dengan penonton terbanyak karena kami adalah yang terakhir dalam Program Riset Event yang telah berjalan beberapa bulan ini,” kata Pringle, dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan para penonton tidak akan dikenai sanksi apabila data mengindikasikan tidak aman.

Sementara itu pebalap lain asal Britania Lando Norris menyambut gembira kabar tersebut.

“Saya sangat senang. Kami sangat kehilangan tahun lalu. Menyenangkan melihat sedikit demi sedikit ada penonton di musim ini di sana sini. Melihat mereka kembali dan merasa lebih normal lagi adalah yang saya tunggu-tunggu,” ucap Norris.

GP Britania akan menjadi balapan pertama musim ini yang menggunakan format baru yaitu dengan kualifikasi pada Jumat dan kemudian sprint race pada Sabtu untuk menentukan posisi start pada Minggu.

Poin juga akan diberikan kepada pebalap yang finis tiga besar pada Sabtu.

Sementara itu otoritas Austria juga telah mengizinkan 15 ribu fan menghadiri Grand Prix Styria akhir pekan ini, dan lebih banyak lagi akan datang di balapan selanjutnya satu pekan berselang di sirkuit yang sama. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button