Olahraga

Inter Milan, Juventus dan Tantangan Conte

“Tidak mudah memenangi hati para suporter dan saya paham itu, tetapi saya yakin selalu memberi segalanya untuk tim yang saya latih. Saya terlibat hanya untuk memberikan kemampuan terbaik dan saya puas sebab kami sudah melakukan hal yang luar biasa,” ujar Conte melengkapi.

Sementara musim lalu Conte mampu merejuvenasi Inter ke posisi runner-up Serie A dengan raihan 82 poin, hanya tertinggal satu poin dari Juve, serta mencapai final Liga Europa meskipun akhirnya dikalahkan Sevilla.

Kendati torehan di Eropa musim ini relatif memalukan karena Inter berakhir sebagai juru kunci fase penyisihan Grup B Liga Champions, Conte kini di ambang menyudahi paceklik gelar scudetto 11 tahun Nerazurri.

Inter yang baru saja mengalahkan Crotone 2-0 di Ezio Scida pada Minggu dini hari tadi, akan dipastikan menjuarai Liga Italia bila Atalanta gagal menang melawan Sassuolo pada Minggu malam nanti.

Conte mengakui bahwa ia dan skuadnya tinggal selangkah lagi masuk dalam catatan bersejarah Inter, tetapi ia menilai bahwa tantangannya yang dihadapinya beserta para pemainnya akan tetap berat.

Tantangan itu dirasakan sejak ia menerima pekerjaan di Giuseppe Meazza dan Conte merasa akan tetap terjadi di masa depan, kecuali jika atmosfer positif dari dunia luar bisa mengarah ke Inter. “Ini planet baru bagi saya. Saat itu tidak mudah, sekarang tidak mudah dan rasanya di masa depan juga tidak akan mudah, sebab banyak aspek dinamis yang mempengaruhi,” katanya.

“Dan orang-orang selalu menciptakan aura negatif di sekeliling Inter, bahkan dalam peluang sekecil apa pun. Jika saja lebih banyak atmosfer positif saat membicarakan Inter, itu akan menyenangkan,” pungkas Conte.

Bila Atalanta menjegal pesta juara pekan ini, Conte berpeluang menyabet trofi Serie A keempatnya bila Inter sekurang-kurangnya main imbang saat menjamu Sampdoria di Giuseppe Meazza pada Sabtu (8/5/2021) pekan depan. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button