Headline

Obat Terapi Covid-19 dan Vitamin Langka di Lampung

INDOPOSCO.ID – Obat terapi Covid-19 dan vitamin sulit didapatkan di sejumlah apotek dan toko obat di Bandar Lampung akibat keterbatasan stok. Berdasarkan penelusuran ke sejumlah apotek di Bandar Lampung, menunjukkan obat terapi Covid seperti Oseltamivir produksi Indofarma, Favipiravir, dan Azithromycin produksi Kimia Farma sulit dicari. Begitu pula vitamin D3 5000 UI dan Enervon C juga sulit didapat di apotek Bandar Lampung.

“Obat Covid-19 dan vitamin tersebut sudah tak ada. Stoknya kosong Mas semua,” kata Sari, pegawai apotek di Bandarlampung seperti dilansir Antara, Minggu (25/7/2021).

Dia mengungkapkan stok obat Covid dan vitamin sudah lama kosong karena sudah tidak dipasok lagi oleh distributornya. “Sudah lama kosong stok obat Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin,” katanya.

Pegawai apotek di Bandar Lampung lainnya, Kun, mengatakan bahwa obat Covid dan vitamin tertentu stoknya sudah tak ada. “Obat Oseltamivir dan Favipiravir, stoknya sudah tak ada, tapi obat sejenis seperti Avigan dan Azithromycin masih ada meski stoknya terbatas,” kata dia.

Sementara, lanjut dia, untuk beberapa jenis vitamin seperti Enervon C dan D3 5000 UI juga stoknya kosong. Beberapa stok vitamin yang masih ada, walau stoknya juga sangat terbatas seperti D3 100, Vitacimin, Ester C, vitamin B dan Zink .

Sebelumnya Presiden Jokowi mengecek langsung ketersediaan obat terapi Covid-19 di apotek. Namun, apoteker menjawab stok Oseltamivir kosong. Presiden menanyakan kembali di mana ia harus mencari obat tersebut. Apoteker mengatakan bahwa pihaknya sudah lama tak mendapat pasokan Oseltamivir. Terakhir, stok Oseltamivir yang sempat tersisa adalah merek Fluvir. “Tapi sekarang juga sudah kosong,” kata sang apoteker.

Presiden kemudian menanyakan lagi ketersediaan obat jenis Favipiravir. Apoteker juga menjawab sama sekali tak punya stoknya, begitu juga dengan vitamin D3.

Apotek tersebut hanya memiliki vitamin D3 1000, sedangkan D3 5000 sudah habis. Kepada Jokowi, apoteker menyampaikan bahwa pihaknya sudah memesan lagi produk vitamin tersebut, namun belum dapat kiriman hingga akhirnya Presiden menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memberitahu bahwa obat-obatan yang ia cari untuk terapi Covid-19 kosong di pasaran. (wib)

Sponsored Content
Back to top button