Nusantara

KBRI Tunggu Hasil Investigasi PNG soal Penembakan Nelayan Merauke

Dubes Andriana sebelumnya menyesalkan terjadinya insiden tersebut karena seharusnya tidak menembak yang mematikan.

Harusnya tentara PNG memberi tembakan peringatan bukan menembak hingga menewaskan ABK yang juga merupakan nakhoda dari kapal tersebut.

Insiden penembakan terjadi tanggal 22 Agustus lalu dan setelah ditembak kapal tersebut dibiarkan kembali ke Merauke.

Berita Terkait

Selain menembak nakhoda KMN Calvin 02, PNGDF juga menangkap dua kapal nelayan asal Merauke beserta 13 abknya dan kini sudah berada di Port Moresby.

“Kondisi mereka sehat dan KBRI terus memantau kondisi serta memberikan bantuan, ” tambah Dubes Andriana Supandi. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button