Nusantara

Tari Jaranan dan Gamelan Kolosal Meriahkan Hari Jadi Jawa Tengah

“Ini memberikan kami semua suntikan semangat untuk lebih bisa lagi dalam berkesenian terutama untuk generasi muda. Kegiatan ini juga bisa memperkenalkan kepada masyarakat, bagaimana kesenian yang ada di Jawa Tengah itu memang luar biasa dan sangat beragam,” kata Yusuf seperti dikutip Antara, Minggu (14/8/2022).

Di antara para penari, turut hadir pula istri Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, yang ikut menarikan jaranan.
“Asyik ya. Saya kebetulan lama banget nggak nari tradisional, mungkin (terakhir waktu) SD ya; karena ini pertama kali, jadi banyak nyontek depan belakang,” kata Atikoh.

Dia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut menari jaranan. Meskipun di era perkembangan teknologi digital, masyarakat masih mencintai budaya lokal. “Melihat antusiasme masyarakat luar biasa, anak muda, anak kecil, tua, semua ikut menari. Semoga seni tradisional ini semakin eksis, kebudayaan lokal semakin dicintai, semakin membumi dan masyarakat Jawa Tengah semakin makmur gemah ripah loh jinawi,” tambahnya.

Sementara itu, melalui rekaman video, Ganjar Pranowo menyampaikan permohonan maaf pada para seniman dan seluruh masyarakat karena tidak dapat hadir. Ganjar sedang berada di Jakarta untuk mengikuti acara bersama Presiden Joko Widodo.

“Saya mohon maaf, seharusnya saya hadir dan saya memang sudah menantikan lama acara ini, tapi terpaksa saya mengikuti secara daring karena harus mengikuti acara bersama Pak Presiden di Jakarta,” kata Ganjar.

Ganjar tetap menyaksikan secara penuh dan merasa bangga atas kemeriahan acara yang disajikan ribuan seniman tradisional bersama masyarakat dengan menari bersama. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button