Nusantara

Cegah Kekerasan Seksual, Lebak Target Seluruh Ponpes Ramah Anak

Saat ini, ujar dia, ponpes yang dikelola secara modern sekitar 30 unit.

Namun demikian, ponpes modern hampir sebagian besar dilengkapi prasarana ramah anak.

“Kita mengapresiasi hingga kini belum menerima laporan adanya ponpes yang terlibat kasus kekerasan seksual yang menimpa santri perempuan,” katanya.

Untuk mengantisipasi kekerasan seksual, kata dia, juga para kiai sebagai pengelola ponpes dapat menyampaikan edukasi tentang hukuman bagi pelaku perzinahan agar tidak terlibat perbuatan asusila.

Selain itu juga pengelola pesantren wajib menanamkan akhlak, tauhid dan akidah kepada santrinya, karena pesantren sebagai pusat lembaga pendidikan agama Islam harus menjadi tauladan dan contoh untuk membentuk akhlak karimah di masyarakat.

“Kami meyakini dengan penanaman akhlak, tauhid dan akidah dipastikan dapat mencegah perbuatan yang dilarang agama,” katanya.

Sementara itu, Shopie dan Salsabila santriwati Ponpes Markaz Tahfizh Madinatul (MQL) Rangkasbitung Kabupaten Lebak, mengatakan dirinya selama mengikuti proses pembelajaran di ponpes sangat ramah anak sehingga memberikan kenyamanan dalam penyampaian metode penghafalan Al Quran.

Sebab, dirinya selama tiga tahun belajar di ponpes itu mampu menghafal Al Quran hingga 30 juz.

Mereka santri yang belajar di Ponpes MQL Rangkasbitung dari berbagai daerah di sejumlah wilayah di Provinsi Banten, Aceh, Palembang, Makasar, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Kami mampu menghafal Al Quran 30 juz, karena kondisi ponpes ramah anak dan belajar tenang dan terkonsentrasi hafalan yang ditargetkan sehari dua lembar ayat suci Al Quran, ” katanya. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button