Nusantara

Gawat, 1.881 Ekor Sapi di Aceh Tamiang Teridap Penyakit Mulut dan Kuku

“Dua kecamatan yang belum kami data yaitu Tenggulun dan Tamiang Hulu. Bisa jadi jumlah sapi yang terjangkit PMK bisa juga bertambah,” ujar Safuan menyebutkan.

Menurut Safuan, penyakit mulut dan kuku dengan gejala demam tinggi, mulut mengeluarkan air seperti buih, tidak mau makan hingga kuku terkelupas. Wabah penyakit ini berakhir dengan kematian hewan ternak.

Safruddin, peternak sapi di Aceh Tamiang, mengaku sebanyak 19 ekor sapi miliknya terkena wabah penyakit mulut dan kuku secara serentak. Gejala penyakit tersebut lunglai dan berjalan pincang. Gejala diketahuinya menjelang lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Sebelum lebaran, saya melihat banyak ternak sapi saya mengalami keanehan, mulut keluar liur banyak dan tidak mau makan rumput. Kakinya tiba-tiba pincang tidak bisa bangun,” jelas Safruddin dikutip Antara.

Safruddin mengatakan dirinya sempat memanggil mantri ternak dan minta menyuntikkan obat. Saat itu, kondisi lembu sudah terbaring dan kuku kakinya mau copot.

“Tiga hari setelah disuntik kesehatan sapi mulai mengalami perubahan dan sudah mau makan. Namun, saya masih khawatir wabah penyakit mulut dan kuku ini,” kata Safruddin. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button