Nusantara

Bea Cukai Ambon Kawal Ekspor Perdana Pala ke Eropa

“Ekspor ini bukan cerita singkat. Lebih dari satu tahun, kedua tim telah bersinergi dan bahu membahu mengupayakan agar ekspor pala dengan tujuan Eropa dapat dilaksanakan langsung dari Maluku. Sebelumnya, pelaku ekspor menganggap ekspor ini sulit dilakukan, karena ada syarat komoditas yang akan dieskpor harus lolos uji aflatoksin. Sedangkan, laboratorium yang sudah diakui oleh pemerintah Eropa hanya ada tiga, yaitu Angler Biochemlab di Surabaya, Saraswanti Indo Genetech di Bogor, dan Balai Pengujian Mutu Barang, Laboratorium Kemendag di Jakarta,” katanya.

Baca Juga: Bea Cukai Upayakan Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan Daerah

Namun, anggapan tersebut berhasil ditepis Tim Dukung Ekspor Bea Cukai Ambon yang berupaya mendatangi BBPPTP (Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan) Ambon, Balai POM Ambon untuk mengetahui apakah laboratoriumnya dapat menguji aflatoksin.

Lalu, tim juga mengunjungi (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah) OKKPD Provinsi Maluku untuk mengetahui secara rinci alur pengambilan sampel keperluan uji aflatoksin. Untuk mengurus fumigasi di Ambon, tim meluncur ke Sucofindo Ambon.

“Semua usaha dan kemungkinan untuk eksportasi pala dari Ambon kami petakan, bahkan kami belajar langsung mengenai uji aflatoksin hingga ke Angler Biochemlab di Surabaya. Dari serangkaian kegiatan tersebut, kami menemukan sebuah cara untuk mewujudkan ekspor biji pala langsung dari Maluku, yaitu sampel diserahkan PT Kamboti ke OKKPD untuk disimpan di gudang penyimpanan lalu dikirim ke Angler Biochemlab di Surabaya hingga dapat memenuhi persyaratan dari negara tujuan ekspor. Meskipun nantinya di Surabaya berganti kapal, tetapi pemberitahuan ekspor di-submit langsung ke Bea Cukai Ambon, sehingga ekspor ini tetap tercatat sebagai direct export dari Maluku,” ujar Yusuf.

Dalam pelaksanaan ekspor ini, Bea Cukai Ambon pun bekerja sama dengan semua instansi dan pengangkut, di antaranya Disperindag Provinsi Maluku, Dinas Pertanian, OKKPD Dinas Ketahanan Pangan, Karantina Pertanian, dan Tanto Shipping Line. (ipo)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button