Nusantara

Akademisi Minta Gubernur Banten Tak Kabur Saat Demo

Sementara Ketua Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Puji Santoso kepada INDOPOSCO menjelaskan, sesuai rencana awal bahwa ribuan buruh akan kembali turun ke jalan dan mengepung halaman KP3B, karena selama ini tidak ada kesepakatan antara buruh dengan Gubernur soal revisi UMP 2022, dan soal definisi permohonan maaf dari buruh kepada pribadi Gubernur.

“Tuntutan yang diusung besok itu hanya soal revisi UMP, dan mendesak kepada Gubernur untuk mencabut laporannya kepada polisi atas rekan-rekan kami yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, karena sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa dengan menerobos masuk ke ruangnya kerja Gubernur,” ujar Puji Santoso.

Menurut Puji, pihaknya tidak akan meminta maaf secara tertulis kepada Gubernur atas tindakan penerobosan ruangan kerjanya oleh para buruh, karena sebelumnya buruh yang ditahan oleh polisi sudah meminta maaf saat dilakukan konfrensi pers di Mapolda Banten. ”Rasanya berat kalau membuat surat pemohonan maaf secara tertulis, karena sebelumnya buruh sudah meminta maaf kepada Gubernur saat jumpa pers di Mapolda Banten yang diliput oleh berbagai media massa,” terangnya.

Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim sebelumnya menegaskan, pihaknya tidak akan mencabut laporan ke polisi jika tidak ada itikad baik dari buruh untuk meminta maaf.(yas)

 

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button