Nusantara

Museum Siwalima Teliti Tradisi Berbusana di Maluku

“Tradisi dan budaya bapake sudah jarang diketahui oleh generasi milenial kita. Kurangnya transfer informasi dan pengetahuan mengenai kebudayaan daerah kepada mereka juga harus menjadi perhatian kita,” cakap ia.

Dikatakannya lagi, penelitian mengenai busana tradisional bukanlah kali pertama dilakukan oleh Museum Siwalima, 2 tahun yang lalu pihaknya juga mengamati tradisi menenun, pewarnaan, simbol-simbol dan ilustrasi yang dipakai pada kain tenun dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Penelitian itu bekerja sama dengan budayawan, akademisi sejarah Maluku dan pakar antropologi dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, serta arkeolog dari Balai Arkeologi Maluku. Hasil penelitian kemudian dijadikan sebagai catatan mengenai tenun khas Maluku di Museum Siwalima.

Tidak hanya itu, disosialisasikan kepada pelajar SD hingga SMA melalui beragam kegiatan, mulai dari kompetisi menyusun puzzle, menggambar bentuk dan simbol yang dipakai di kain tenun hingga menulis narasi terkait tradisi menenun di Maluku.

“Ini bukan pertama kalinya kami melakukan riset terkait pakaian tradisional, kami pernah melakukan penelitian bersama mengenai kain tenun di Maluku untuk menambah literatur di Museum Siwalima,” tutur Jean Esther Saiya. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button