Nusantara

Polisi Tangkap Pembakar Masjid di Pasangkayu

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tutur Kasat Reskrim, motif pembakaran fasilitas masjid itu dilakukan Rd karena adanya pemahaman terduga pelaku bahwa tidak boleh ada jamaah perempuan melakukan ibadah di masjid.

Namum polisi masih akan memahami terkait kejiwaan Rd dengan periksakan ke psikiater.

“Pelaku memiliki pemahaman bahwa tidak setuju apabila jamaah perempuan salat di masjid sehingga Rd melakukan pengrusakan terhadap alat ibadah untuk jamaah perempuan. Kami juga masih akan memeriksa kondisi kejiwaan Rd ke psikiater,” jelas Ronald H Suhartawan.

Berita Terkait

Ia meminta masyarakat agar tidak terprovokasi dengan aksi pembakaran fasilitas masjid itu.

“Ini tidak ada hubungannya dengan SARA dan ini dilakukan sendiri oleh Rd. Jadi kami meminta masyarakat tidak terprovokasi dan kami tegaskan yang dibakar adalah fasilitas masjid, bukan masjid,” tegas Ronald H Suhartawan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Pasangkayu Badarruddin juga mengimbau masyarakat di daerah itu agar tidak terhasut dengan kasus pembakaran fasilitas masjid itu.

“Ini tidak ada kaitannya dengan SARA apalagi terduga pelaku juga beragama Islam. Jadi, kami meminta masyarakat tidak terprovokasi atau mengait- ngaitkan kasus ini dengan politik,” tutur Badarruddin.

Pemkab Pasangkayu lanjutnya, akan berkoordinasi dengan MUI, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama, tokoh agama tokoh masyarakat agar ikut bersama-sama menenangkan masyarakat terkait kasus tersebut.

“Kami meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat agar menenangkan umatnya karena ini murni tindakan kriminal. Apalagi pihak kepolisian sudah mengungkap kasus ini dan pelaku sendiri telah mengakui perbuatannya,” ucap Badarruddin. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button