Nusantara

Korban Banjir Bandang Di Lombok Barat Takut Kembali Ke Rumah

“Alhamdulillah saya dan anak-anak masih bisa selamat. Cuman pakaian banyak yang tidak bisa diselamatkan, belum lagi rumah masih berantakan karena masih dipenuhi lumpur,” ujar Marhamah yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci pakaian ini.

Untuk saat ini dirinya bersama keempat anaknya harus tinggal di posko pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah. Meski demikian, dirinya belum tahu harus sampai kapan berada di posko pengungsian. “Kalau kembali ke rumah belum tahu sampai kapan, karena masih trauma,” katanya.

Senada dengan Ibu Marhamah, warga lainnya juga mengaku masih trauma untuk kembali ke rumah. “Kalau dibilang trauma kita semua yang ada di posko pengungsian trauma sekali, apalagi cuaca mendung terus. Jadi ingat banjir,” ujar Ibu Mahnim (35).

Berita Terkait

Ibu empat anak mengaku, ia dan keluarga seluruhnya selamat dari banjir bandang tersebut. Meski demikian dirinya mengaku sedih karena rumah tempat tinggalnya sudah rata dengan tanah. “Rumah saya dan orang tua itu sudah rata. Sudah enggak ada yang kita bisa selamatkan lagi,” katanya.

Berdasarkan data BPBD NTB, Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu lokasi terparah yang terjadi di Kabupaten Lombok Barat.

Akibat banjir bandang itu, sebanyak lima orang warga setempat dinyatakan meninggal dunia. Lima warga yang meninggal yaitu Sumiahana (35), Ladenia umur 6 bulan, Sumiati (40), Papuk Temah (65) dan H Suri (65). Suri menjadi korban terakhir yang berhasil ditemukan Selasa sore. Selain korban meninggal dunia, sejumlah warga juga mengalami dilaporkan mengalami luka-luka.(mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button