Nusantara

Korupsi Lahan Tol di Padang-Sicincin, Kejati Sumbar Mulai Periksa 13 Tersangka

Kerugian itu muncul karena diduga uang pembayaran ubah rugi lahan tol yang telah digelontorkan oleh negara diklaim secara melawan hukum oleh orang yang tidak berhak sebagai penerima ubah rugi.

Ia menggambarkan persoalan berawal saat adanya proyek pembangun tol Padang-Sicincin pada 2020 dimana negara mempersiapkan uang sebagai ubah rugi bagi lahan yang terdampak pembangunan.

Salah satu lahan yang terdampak adalah taman Keanekaragaman Hayati(KEHATI) di Paritmalintang, Kabupaten Padang Pariaman, dimana uang ubah rugi diterima oleh orang per orang.

Berita Terkait

Setelah diusut lebih lanjut oleh kejaksaan ternyata diketahui bahwa taman KEHATI statusnya masuk dalam aset daerah dan tercatat pada bidang aset Badan Pengelolaan Keuangan daerah Padangpariaman.

Karena lahan itu termasuk dalam objek ketika Kabupaten Padang Pariaman mengurus pemindahan Ibu Kota Kabupaten(IKK) ke Parit Malintang pada 2007.

Pengadaan tanah dalam kegiatan pemindahan IKK saat itu dilengkapi dengan surat pernyataan pelepasan hak dari para penggarap tanah serta dilakukan ubah rugi.

Lahan akhirnya dipahami oleh Pemkab Padang Pariaman dengan membangun kantor Bupati(2010), Hutan Kota(2011), Ruang Terbuka Hijau(2012), Kantor Dinas Pau( 2014), termasuk taman KEHATI(2014) berdasarkan SK Bupati seluas 10 hektare.

Pembangunan dan pemeliharaan taman KEHATI saat itu menggunakan Dana Alokasi Khusus(DAK) Kementerian Lingkungan Hidup serta APBD Padang Pariaman.

Pada bagian lain, Asintel Kejati Sumbar menerangkan penyidikan kasus saat ini murni terkait pembayaran ubah rugi lahan saja, bukan pengerjaan fisik proyek tol. Sehingga tidak akan berdampak pada pengerjaan proyek tol, apalagi membatasi pengerjaan.

“Pemrosesan ini bagian dari upaya kejaksaan dalam mendukung proyek tol sebagai proyek strategis nasional, jangan sampai ada pihak tak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan pribadi dan merugikan keuangan negara,” katanya, seperti dikutip Antara. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button