Nusantara

Erick Tohir Didaulat Jadi Dulur Baduy

Setelah disematkan baju adat Baduy, yang didominasi warna hitam serta lomar (ikat kepala khas Baduy) yang didominasi warna biru, Erick mengucapkan terima kasih atas kepercayaan suku Baduy atas gelar yang diterima.

Menurut Erick, perasaan saat dianugerahi gelar Dulur Baduy, sama dengan perasaannya ketika dirinya diminta menjadi Menteri BUMN. Pihaknya sadar gelar itu mengemban tanggung jawab yang besar.

“Tentu pikiran dan tenaga saya harus memfokuskan tanggung jawab sebagai Menteri BUMN. Perasaan ini sama ketika saya digelari Dulur Baduy, tentu ini juga harus dipertanggungjawabkan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Ia berjanji akan mengimplentasikan nilai-nilai suku Baduy setelah menerima gelar Dulur Baduy.

“Jika dilihat, intisari dari Suku Baduy adalah menjaga, melestarikan alam. Tentu ini harus saya wujudkan agar menjaga dan melestarikan alam. Baik itu saya sebagai individu, atau jabatan sebagai Menteri BUMN. Tentu, BUMN harus menjadi perusahaan yang mampu menjaga alam Indonesia,” jelasnya.

Upacara adat itu diakhiri dengan persembahan hasil bumi yang diproduksi masyarakat Baduy kepada Erick Thohir. Saat prosesi adat dilakukan, Angklung Buhun yang biasanya digunakan hanya setahun sekali, saat itu dibunyikan mengiringi upacara adat. Angklung Buhun hanya dimainkan dalam peristiwa yang dipandang sakral oleh masyarakat Baduy. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button