Nusantara

Wahid Foundation Cegah Intoleransi di Solo Melalui Desa Damai

“Tidak mudah terpancing, terprovokasi, warga sudah dikuatkan. Penguatan ekonomi, pelatihan tentang toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, dan penguatan peran perempuan. Evaluasi juga harus dilakukan terus-menerus,” tuturnya

Selain itu, katanya, pada program tersebut anak muda akan diajak bermain peran.

“Ketika dihadapkan pada skenario, ada yang memainkan peran sebagai korban, pelaku intoleran, tokoh agama, pejabat pemerintah. Dengan demikian, mereka langsung diajak memahami dan membentuk empati,” imbuhnya.

Ia mengatakan langkah tersebut penting mengingat saat ada sebagian masyarakat yang hanya dicekoki oleh satu narasi.

“Kadang warga ‘nggak’ tahu, hanya dicekoki satu narasi saja, narasi tentang kafir, jihad, hanya agama tertentu yang bisa membawa kebenaran. Dalam konteks bernegara harus ada rasa saling memahami dan menghormati,” ucapnya. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button