Nusantara

Penyelamatan Induk dan Anak Orang Utan Jadi Perhatian

Induk orang utan diperkirakan berumur sekitar 15 tahun dengan berat 48 kg, sebaliknya buah hatinya yang berjenis kelamin jantan diperkirakan berumur 2 tahun dengan berat 8 kg. Hasil pengecekan awal dokter, tidak ditemui sisa cedera di badan orang utan.

Pada Sabtu petang, induk dan anak orang utan dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun. Dokter sudah mengutip sampel darah dan melaksanakan pengecekan luar selaku bahan evaluasi.

“Nanti dari hasil pemeriksaan menyeluruh itulah baru akan diketahui apakah kedua orang utan tersebut bisa langsung dilepasliarkan di hutan, atau perlu direhabilitasi terlebih dahulu hingga benar-benar siap untuk dilepasliarkan,” tutur Komandan Jaga BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah.

Bila keadaannya dikira sudah siap, hingga orangutan hendak dilepasliarkan di hutan lingkungan asli satwa dilindungi tersebut. Terdapat 2 lokasi yang umumnya dipakai untuk pelepasliaran ialah Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa Lamandau.

Warga berterima kasih pada BKSDA yang sudah melaksanakan penyelamatan dan merelokasi orang utan tersebut. Penyelamatan ini ditaksir jadi alternatif terbaik bagi orang utan dan warga setempat. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button