Nusantara

Gawat! Banyak Anak Muda Minangkabau Tak Kenal Bahasa Daerahnya

“Jika kita tidak bertindak cepat, dengan mencatatkan seluruh kosakata, frase, idiom, dan petatah-petitih bahasa daerah yang terdapat di Sumatera Barat itu, terutama sekali yang telah arkhais dan menjadi klasik, maka dapat dipastikan sedikit jejak yang akan tertinggal di masa depan,” imbuhnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, untuk pemerkayaan kosakata dan pengembangan kamus, maka dilakukan pencarian data, verifikasi data, lokakarya, dan seminar komisi bahasa daerah (SKBD) Mentawai dialek Sikakap (Pagai Utara dan Pagai Selatan).

“Kami akan terbitkan kamus bahasa Mentawai. Karena pengembangan Kamus Bahasa Minangkabau sudah 9 tahun tidak ada perbaikan dan penambahan entri,” ungkapnya.

Ia menyebut, penerbitan kamus Bahasa Mentawai dan Bahasa Minangkabau dibutuhkan metode survei, simak, catat, dan wawancara. Pelaksanaan pemerkayaan kosakata, menurut dia, dilakukan di Pagai Utara dan Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai.

“Kami lakukan menggali data bahasa daerah hingga melakukan transkripsi fonetis pada instrumen penelitian,” katanya.

Ia menegaskan, beberapa pihak dilibatkan pada kegiatan pemerkayaan kosakata Bahasa Indonesia dari Bahasa Mentawai. Di antaranya Pemerintahan Kabupaten Mentawai, khususnya di wilayah kepulauan Pagai Utara dan Pagai Selatan serta masyarakat penutur bahasa Mentawai

“Untuk kegiatan pengembangan kamus Bahasa Minangkabau kami melibatkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

“Kendala kami kondisi geografis yang sulit, sehingga menyita waktu yang cukup lama dan pandemi yang membatasi ruang gerak kami. Tapi kami patut berbangga, karena pemerkayaan kosakata Bahasa Indonesia dari Bahasa Mentawai sudah sampai tahap verifikasi data dan perbaikan pendefinisian,” ujarnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button