Nusantara

Penyandang Disabilitas Asal Solo Ciptakan Tempat Sampah Pintar

“Kami juga terpilih sebagai salah satu dari 113 produk inovasi Indonesia. Sebelumnya ada 5. 000 peserta,” katanya.

Sementara itu, Difa Elektra Solo yang juga terdiri dari Dyan Ruscahyanto, Suprapto, Estiono, dan Heru Supriyanto tersebut hingga saat ini masih terus mengembangkan produk tersebut.

“Kalau sekarang jarak deteksi sensor ke objek 75 cm, ke depan kami kembangkan lagi. Paling tidak dari jarak 1 km sudah ada pemberitahuan bahwa ada tempat sampah pintar yang bisa diakses penyandang disabilitas,” katanya.

Selain dilengkapi dengan pintu otomatis berbasis sensor, tempat sampah tersebut juga dilengkapi dengan penanda audio yang akan berbunyi seiring pintu terbuka dan tertutup.

Mengenai produksi untuk penjualan, dikatakannya, saat ini Difa Elektra Solo sudah mulai mengerjakan pesanan dari instansi, salah satunya Universitas Sebelas Maret( UNS) Surakarta.

“Ke depan kami juga akan masuk ke instansi-instansi, termasuk berkomunikasi dengan mas Gibran (Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming),” katanya. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button