Nusantara

Boyolali Kembangkan Program Pertanian Energi Listrik

Pemerintah Kabupaten Boyolali sebelumnya bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta mendorong perekonomian petani dengan memberikan kemudahan mengakses listrik untuk sumur irigasi pertanian.

Program pertanian dengan energi listrik tersebut sinergi antara PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jateng & D.I.Yogyakarta dengan Pemkab Boyolali secara simbolis acara penyalaan listrik sumur sawah untuk 33 pelanggan sebesar 126.400 Volt Ampere (VA) oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY M. Irwansyah Putra, di kawasan persawahan Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jateng, Kamis (23/9).

Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Bambang Jiyanto mengatakan upaya yang dilakukan Pemkab Boyolali untuk pemenuhan air irigasi antara lain bantuan pembangunan sumur dalam di Desa Jagoan pada 2019, di mana satu sumur bisa membanjiri 15 hektare sawah. Pihaknya mengapresiasi PLN yang telah menyambungkan sekitar 89 titik sumur dengan masing- masing daya 3. 500 VA. Harapannya, kemitraan ini dikembangkan di wilayah lain.

“Banyak sentra-sentra produksi pangan yang lokasinya jauh dari jalur listrik dan sangat butuh aliran listrik untuk menaikkan air bagi sawahnya, yang tentu saja mohon dengan tarif ringan atau subsidi. Agar biaya produksi bisa ditekan, indeks pertanaman bisa ditingkatkan dan pendapatan petani membaik,” ujar Bambang.

Pemkab Boyolali harus menyediakan sekitar 118.500 ton beras setiap tahunnya, dan selama lima tahun terakhir mengalami surplus minimal 44.000 ton beras.

Menurut Bambang meskipun sawah irigasinya sedikit yakni 764 hektare, namun kontribusi produksi gabah dari Kecamatan Sambi pada 2020 mencapai empat besar setelah Kecamatan Nogosari, Andong, dan Simo. Dengan luas panen 4.058 ha produktifitas 5,8 ton per ha gabah kering giling (GKG) atau sejumlah 23.548 ton GKG. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button