Nusantara

Pujiyanto Tuding Pencopotannya Sebagai Ketua Komisi II Cacat Prosedur

“Paripurna yang dilakukan pimpinan jelas menyalahi Tartib, Pasal 99 tadi, bahwa pengambilan keputusan harus dijadwalkan di Bamus, itu tidak dijadwalkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya melihat ada sifat arogansi di tubuh Fraksi NasDem untuk menggeser jabatannya. Sebab sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk melakukan upaya klarifikasi.

Pujiyanto mengaku ikhlas jabatannya dicopot dari Ketua Komisi II dan Ketua Badan Anggaran (Banggar). Selain itu, politisi muda itu menghormati keputusan yang dilakukan Fraksi NasDem sejauh ini. Namun yang menjadi keberatan tata caranya menyalahi mekanisme yang ada.

Berita Terkait

Sehingga, Pujiyanto menyatakan akan melakukan langkah-langkah tertentu demi terwujudnya keadilan. Terlebih, marwah DPRD ada pada musyawarah mufakatnya dan harus menghormati mekanisme. Tetapi dalam persoalan ini, seolah tidak paham dengan legislasi.

“Di situ terlihat ada kesewenangan, arogansi oleh Fraksi, tidak memberikan kesempatan klarifikasi, pembelaan diri, karena surat dari BK 14 September kepada Fraksi bentuknya himbauan. Seharusnya Fraksi menanyakan ke saya, kenapa tidak hadir berturut-turut 10 kali,” tegasnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button