Nusantara

Sekali Panen, Petani Porang Ini Raih Penghasilan Rp 560 Juta

Dia menambahkan, saat ini pihaknya mendatangkan bibit Porang dari Madiun. “Ke depannya, kami akan mulai mengembangkan bibit Porang persilangan antar provinsi ini, sehingga tidak terlalu tergantung pada bibit dari luar saja,” ujarnya.

Dia menambahkan dirinya mulai menanam Porang itu di tahun 2020 awal-awal masa pandemi COVID-19. ” Selain menghindari virus COVID-19, karena kalau kita bertani kemungkinan besar bisa terhindar dari virus karena tidak melakukan kontak dengan orang lain,” katanya.

Pengembangan Porang sangat cocok, apalagi Kalbar ini memiliki tanah atau lahan gambut yang luas sekali dan itu tanah yang subur. “Saya sudah membuktikannya dengan mencoba menanam porang di tanah gambut dan ternyata hasilnya memuaskan,” ujarnya.

Jong Hong menambahkan, khusus di Kalbar, pihaknya siap menyediakan kuota bibit porang bagi petani yang berminat untuk mengembangkannya.

“Selain itu, kami juga siap menampung hasil panen dari petani dengan harga yang kompetitif, dan secara pribadi saya juga telah membuktikan bahwa komoditas Porang bisa menjadi solusi ekonomi di tengah Pandemi COVID-19,” ujarnya. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button