Nusantara

Bea Cukai Bali Nusra dan Bea Cukai Jatim I Rilis Hasil Penerimaan Semester I- 2021

Sedangkan di sektor Kepabeanan, penerimaan bea masuk mencapai Rp2,01 triliun atau 53,28 persen dari target dan penerimaan bea keluar mencapai Rp278,41 juta atau 728% dari target yang ditetapkan.

Menurutnya, pemberian fasilitas penundaan cukai masih merupakan faktor yang memengaruhi penerimaan cukai di semester I.

“Masih banyak pabrik rokok yang terkena dampak pandemi, sehingga memerlukan kebijakan pemberian penundaan untuk membantu cashflow perusahaan dan keberlangsungan usaha serta mempertahankan tenaga kerja di masa pandemi,” ujar Purwantoro.

Selain itu, peningkatan kinerja penerimaan tersebut juga tidak lepas dari kontribusi ekspor komoditi CPO dan turunannya.

“Penerimaan bea keluar juga tumbuh signifikan karena adanya peningkatan harga komoditi CPO  dan turunannya,” tambahnya.

Selain kinerja di bidang penerimaan, kata Purwantoro, kinerja penindakan di semester I tahun 2021 juga memuaskan. Kanwil Bea Cukai Jatim I telah melaksanakan 25 kali penindakan dengan jumlah rokok ilegal yang diamankan sebanyak 15,6 juta batang. “Penindakan terhadap rokok ilegal juga semakin gencar dilaksanakan, karena rokok ilegal merugikan penerimaan negara,” ungkapnya.

Kemudian, untuk mendorong ekspor nasional dalam rangka program PEN, sepanjang semester I tahun 2021 Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I telah menerbitkan dua fasilitas kepabeanan yaitu fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) dan fasilitas kawasan berikat, serta bersama-sama dengan Kantor Pelayanan Bea Cukai memberikan dukungan dan pendampingan terhadap UMKM/IKM sehingga hingga saat ini sudah ada 24 UMKM/IKM yang berhasil ekspor secara mandiri. (ipo)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button