Nusantara

Gara-gara Bukti Piring Kotor, Pedagang Gado-gado Didenda

“Yang gado-gado. Pas saya ke situ ada satu orang, tapi ada sisa piring makan. Tapi pas saya video memori penuh,” tuturnya kepada Hakim.

Hakim menegaskan kepada petugas razia, untuk memastikan melihat ada orang yang sedang makan di tempat. Namun, petugas hanya melihat bukti ada piring bekas gado-gado.

“Piring bukan banyaknya orang. Bapak melihat nggak ada yang beli, bekas piringnya gado-gado,” ungkapnya.

“Ada piring doang bu,” jawab petugas.

Setelah mempertimbangkan, Hakim mengambil keputusan untuk memberikan sanksi denda Rp100 ribu atau kurungan satu hari kepada pelanggar.

“Ibu telah melanggar prokes yang ditentukan PPKM. Dendanya Rp100 ribu atau kurungan selama satu hari,” tegasnya.

Saat diwawancara, Vinti menyatakan pihaknya diputuskan terbukti bersalah melanggar prokes dengan bukti piring kotor belas gado-gado.

Atas keputusan itu, pihaknya mengaku tidak keberatan karena masih dianggap meringankan.

“Pelanggaran melayani makan di tempat, tapi bukti piring bekas, satu. Ya nggak apa-apalah,” katanya.

Kemudian, pihaknya memutuskan untuk membayar denda Rp100 ribu dibandingkan harus dikurung satu hari.

“Sidang didenda 100 ribu. Ini masukan saja, emang sosialisasi jauh-jauh hari, tapi sebuah hukum harus dikasih peringatan dulu di masyarakat, tapi ini langsung dipanggil,” jelasnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button