Nusantara

Tak Ada Surat Keterangan Covid-19, Warga di Kota Serang Bongkar Makam

Sebelas hari pasien dirawat di RSUD Banten, terhitung dari tanggal 9 Juni 2021, hingga akhirnya dibawa pulang dengan mobil ambulance dan dalam kondisi tak bernyawa. Setelah itu, pasien dikubutkan di Tempat Penguburan Umum (TPU) yang tak jauh dari kampung halamannya.

Setelah lima hari dikuburkan dari tanggal 21 hingga 26 Juni, anak-anaknya merasa ganjil dengan penguburan yang menggunakan standar protokol kesehatan, terutama dimakukan ke dalam peti. Terlebih, tidak ada surat keterangan terpapar covid-19.

“Penguburan awal hari senin tanggal 21 Juni, penguburan kedua setelah 5 hari pemakaman,” ungkapnya.

Ia mengaku mendapat keterangan istrinya terpapar covid-19 pada saat ramai membongkar makam. Tetapi, kejelasan itu hanya diinformasikan melalui whatshapp, tidak surat resmi.

Usi dibongkar, mayat itu di mandikan, dishalatkan dan dikebumikan sesuai budaya masyarakat setempat. Kemudian almarhum dikuburkan di makam yang sama dari awal.

Hingga saat ini, surat itu belum dipegang olehnya. Dengan kondisi yang sudah ramai, pihak keluarga berencana akan mendatangi RSUD Banten untuk meminta kejelasan.

“Mau nanyain yang sebenarnya ke rumah sakit. Ya memang dikabarinnya begitu (kena covid-19 pas mau bongkar). Tapi nggak ada surat, hanya surat kematian. Jadi nggak ada bukti istri saya kena covid-19. sampai sekarang belum, cuma di WA (Whatshapp),” jelasnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button