Nusantara

Soal Pembongkaran Makam, Lurah Tinggar: Korban hanya Ada Surat Kematian karena Sakit

“Setelah dikuburkan saya dipanggil keluarga korban, katanya mau dirapid oleh Puskesmas khawatir keluarga ada yang terpapar gitu kan, jadi supaya tidak resah, maka kelaurga harus dirapid. Saya ke sini (kediaman korban) dengan Babinsa, tokoh masyarakat. Korban hanya ada surat kematian dengan keterangan sakit doang,” terangnya.

Pasca itu tanggal 26 Juni 2021, Ahmad ditelepon oleh kerabat almarhumah untuk menyaksikan eksekusi pembongkaran makam. Pihak keluarga menginginkan cara pemakaman sesuai adat istiadat.

“Kemudian besoknya ada panggilan suruh hadir, kelaurga korban ingin menyempurnakan mayat, dimandiin, dishalatkan, dirapikan halnya adat istiadat orang islam,” paparnya.

Namun pas datang ke lokasi, mayat sudah di angkat ke permukaan tanah. Sempat ada diskusi terkait kejelasan almarhumah. Di sisi lain, Lurah Tinggar mendapat pesan whatshapp dari Kepala Puskesmas bahwa almarhumah dinyatakan positif Covid-19.

“Sudah di eksekusi ini, usai duhur, ada whatshapp ke saya menerangkan bahwa almarhum dinyatakan positif. Ada juga tanda tangan kelaurga siap dikuburkan. Saya tanyakan kok lambat begini suratnya. Mustinya dijelaskan dulu, tapi tidak ada penerangan,” jelasnya.

Menurutnya, seharusnya piha rumah sakit memberikan surat yang jelas terhadap status pasien. Sehingga tidak ada informasi simpang siur. Sebab jika ada surat resmi, pihak keluarga tidak akan membongkar paksa pemakaman.

“Menurut saya sih, kalau surat itu terlampir ya, hasil swab ada, ini meninggal karena Covid, saya juga dari Kelurahan menolak untuk dibongkar lagi. Keluarga juga nggak berani membongkar, tahu sendiri virus ini berbahaya,” tuturnya.

Atas kejadian itu, saat ini pihak keluarga akan meminta keterangan resmi dari RSUD Banten ihwal kejelasan almarhumah Asiah. Sebab dalam surat yang kirim via whatshapp, ditemukan kejanggalan dan dinilai tidak begitu jelas.

“Makanya saya nggak melarang karena tidak didasari surat-surat itu, bingung kan, apalagi pihak keluarga. Rencana keluarga mau ke sana (RSUD Banten),” tutupnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button