Nusantara

Banyak Keluhan Sistem PPDB Error, DPRD Banten: Menyakiti Masyarakat

“Kami upaya mengawasi, kami pernah beberapa kali rapat dengan Kominfo, kami siapkan kesiapan mereka menjelang PPDB, jawaban mereka siap sudah 100 persen. Kalau mereka ada keterbukaan kekurangan Bandwidth mau nambah, itu bisa diusulkan. Tapi mereka bilangnya kami sudah siap, kita bisa apa, kita sekedar mengawasi,” ungkapnya.

Ria tidak dapat membayangan terhadap calon siswa yang kurang mampu dalam ekonomi dan tidak memiliki akses internet di rumahnya. Artinya, calon murid harus bolak-balik ke warung internet (warnet) hanya untuk mendaftar.

Atas kejadian ini, pihaknya meyakini errornya sistem PPDB dapat meluakai masyarakat. Sebab daftar sistem online yang harusnya mempermudah, malah menjadi sulit karena traffic penuh.

“Bayangkan, kalau dia orang kaya memiliki internet di rumah, punya akses wifi. Tapi kalau tidak punya harus bolak balik ke warnet berjam-jam hanya untuk daftar tapi tidak berhasil,” terangnya.

“Kesalahannya ada di kita, bukan di masyarakat. Mereka antusias mendaftar, kita belum siap sistemnya. Mudah-mudahan tahun depan tidak seperti ini. Saya meyakini, ini sangat menyakiti dan merugikan masyarakat,” tambahnya.

Jika situasi sistem tak kunjung lancar, pihaknya mengusulkan penyelenggara dapat memperpanjang pendaftaran. Selain itu, bisa juga dilakukan pendaftaran manual di sekolah dengan catatan tidak ada kursi untuk peserta titipan.

“Lebih baik balik ke manual, tapi hati-hati jangan sampai dimanfaatkan oleh beberapa oknum. Sehingga ada adegan nanti kursi ini mikik siapa, sudah menjadi (titipan),” pungkasnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button