Nusantara

Keluarga Tuntut Pembakar Anaknya Dihukum Mati

Dari pesan ini, keluarga mulai menaruh curiga, ada sesuatu yang ganjil dalam pesan tersebut, sehingga masih menunggu kabar. Setelah hampir sepekan, keluarga khawatir Rian belum pulang, kemudian mulai mencarinya.

Pihak keluarga pun melaporkan ke Polres Kabupaten Gowa, untuk membuat laporan kehilangan. Bersamaan dengan viralnya berita ada jenazah dibakar ditemukan di Bukit Kemiri, Tompoladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.

Berbekal informasi itu, keluarga menghubungi Polres Maros, untuk mendapat penguatan, kemudian diminta datang pada hari Senin untuk mencocokkan ciri-cirinya termasuk tes DNA korban sebelumnya diambil tim Biddokkes Polda. Hasilnya, cocok dan teridentifikasi benar korban adalah keluarganya.

Sepupu korban, Icha, menambahkan, almarhum memang tidak seperti anak remaja biasanya, selain lemah, juga memiliki kepribadian lembut seperti wanita. Bahkan sangat jarang bergaul dengan remaja di sekitar rumah, dan lebih banyak bergaul pada kelompok sesamanya.

“Jarang bergaul, itu pun pergi dengan kelompoknya. Makanya kami heran kenapa lama sekali pulang, biasanya itu cepat pulang di rumahnya. Nanti hari Minggu sore baru ketahuan sudah meninggal secara tidak wajar, ” tuturnya.

Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan di Pekuburan Umum, Jalan Sero, Palantikan, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, setelah disemayamkan di rumah duka.

Sebelumnya, Tim Resmob Polda Sulsel menangkap dua orang dari tiga terduga pelaku pembunuhan berencana disertai pembakaran jasad korban di Bukit Kemiri, Tompoladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros pada Jumat, 11 Juni 2021 dini hari. Saat ini satu pelaku masih dalam pencarian pihak kepolisian. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button