Nusantara

Kesedihan Seorang Nenek Pedagang Uduk di Kota Serang yang Gagal Naik Haji

Warga Lingkungan Pesanggrahan, RT 07, RW 03, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten mengaku tidak kecewa sama sekali jika gagal berangkat melaksanakan rukun Islam yang ke lima.

Meskipun herja keras menabung dari hasil jualan uduk, pecel dan ketupat secara keliling belum terbayar, pihaknya tetap berprasangka baik, pasti rencana yang kuasa yang paling baik.

Sejak belasan tahun ke belakang, Sarwiyah menyisihkan hasil jualannya untuk menabung. Sedikit-sedikit terkumpul dan di investasikan melalui arisan. Kemudian jika menang arisan, uangnya dibelikan emas untuk bayar berangkat haji.

Berita Terkait

Tahun 2012 tepatnya, emasnya itu terjual seharga Rp25 juta. Tidak berpikir panjang, dia langsung mendaftarkan haji di Kemenag Kota Serang. Lalu tahun ini, pihaknya sudah menyetorkan lagi Rp10 juta dan melunasi syarat administrasi haji.

“Daftar pertama Rp25 juta langsung, yang kedua Rp10 juta. Jadi jumlahnya Rp35 juta. Daftar 2012 itu DP, pelunasan tahun 2020,” tuturnya.

Ibu dari tiga anak ini tetap komitmen untuk berangkat haji. Bahkan, pihaknya tidak ingin mengambil uang yang telah disetorkan.

Hanya ada tiga doa yang ingin dipanjatkan di Makah, diberi kesehatan, umur panjang dan keselamtan bagi keluarganya. Harapan besarnya tidak banyak, hanya ingin diberi kesempatan untuk mengunjungi Ka’bah.

“Kalau jadi berangkat ke Ka’bah, mau ngedoa selamat, umur panjang, sehat terus. Kita mah nggak mau diambil (uang haji), pasrah kapan saja yang penting bisa berangkat. Ibu mah nggak apa-apa asal berangkat saja,” tuturnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button